Sebuah kebakaran melanda toko gerabah milik warga di Jalan Sugihwaras Gang IV, RT 005/RW 004, Desa Bandung, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, pada Selasa, 24 Februari 2026. Peristiwa ini sempat mengejutkan warga sekitar karena kobaran api terlihat muncul dari dalam bangunan toko yang berukuran 7 x 6 meter persegi.

Kejadian pertama kali diketahui sekitar pukul 13.00 WIB oleh anak pemilik toko, Rizqi F, yang melihat kobaran api dari dalam toko gerabah milik ibunya. Menyadari adanya bahaya kebakaran, pemilik toko bersama warga sekitar segera berupaya melakukan pemadaman menggunakan peralatan seadanya. Namun karena material di dalam toko mudah terbakar, api dengan cepat membesar dan sulit dikendalikan secara manual.

Tak berselang lama, laporan kebakaran disampaikan ke Pos Damkar Jombang. Respons cepat pun dilakukan. Tim pemadam kebakaran segera diberangkatkan menuju lokasi hanya berselang satu menit setelah laporan diterima. Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan pemadaman terfokus untuk mencegah api merembet ke bangunan sekitar yang berada di lingkungan permukiman padat.

Dalam proses penanganan, satu unit fire pumper truck dikerahkan beserta perlengkapannya. Selain itu, satu unit truk suplai dari Pusdalops turut mendukung operasi pemadaman guna memastikan ketersediaan air dan peralatan tetap optimal selama proses berlangsung. Berkat koordinasi yang baik antara petugas dan warga, api berhasil dipadamkan dan situasi dinyatakan aman pada pukul 14.20 WIB.

Berdasarkan hasil investigasi internal Pos Damkar Jombang, kebakaran diduga kuat disebabkan oleh korsleting listrik. Api menghanguskan berbagai barang yang berada di dalam toko, di antaranya satu unit sepeda motor Honda Suprafit, satu unit televisi, satu unit kulkas, dua unit laptop, satu unit printer, serta sejumlah gerabah yang menjadi komoditas utama usaha tersebut. Total kerugian ditaksir mencapai kurang lebih Rp50.000.000.

Meski demikian, berdasarkan hasil kaji cepat yang dilakukan Unit Operasi Pusdalops PB BPBD Kabupaten Jombang bersama pemilik toko dan warga setempat, struktur bangunan toko tidak mengalami kerusakan berat. Kerusakan tergolong ringan karena yang terbakar hanya barang-barang di dalam toko. Pemilik usaha pun masih dapat melanjutkan aktivitasnya seperti biasa setelah proses pembersihan selesai dilakukan.

Warga sekitar secara spontan melakukan gotong royong membantu membersihkan material sisa kebakaran. Kebersamaan dan solidaritas masyarakat menjadi pemandangan yang menguatkan di tengah musibah tersebut.

Di bawah koordinasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Jombang, proses penanganan, investigasi, hingga kaji cepat dilakukan secara sistematis dan profesional. Keterlibatan berbagai unsur, mulai dari Pos Damkar Jombang, Pusdalops BPBD, hingga warga sekitar, menjadi bukti bahwa sinergi dalam penanggulangan bencana berjalan efektif.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya pemeriksaan instalasi listrik secara berkala, terutama pada tempat usaha yang menyimpan banyak material mudah terbakar. Kewaspadaan terhadap potensi korsleting listrik dapat menjadi langkah awal pencegahan kebakaran yang lebih besar.

Saat ini kondisi lokasi telah aman dan terkendali. Aktivitas warga kembali berjalan normal, dan pemilik toko bersama masyarakat masih melanjutkan pembersihan sisa material kebakaran.

Karena dalam setiap peristiwa, kecepatan respons, kebersamaan, dan kesiapsiagaan adalah kunci utama meminimalkan dampak bencana.

-

-

-