Dalam upaya meningkatkan kesadaran serta kesiapsiagaan masyarakat terhadap bahaya kebakaran, Tim Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Jombang menggelar kegiatan Sosialisasi dan Simulasi Pencegahan serta Penanggulangan Kebakaran kepada seluruh tenaga pendidik dan siswa-siswi MTsN 3 Jombang Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, 15 Juni 2026, mulai pukul 07.30 WIB hingga 10.00 WIB di halaman MTsN 3 Jombang.
Kegiatan edukatif tersebut diikuti dengan antusias oleh para guru dan ratusan siswa yang hadir. Sejak awal kegiatan, suasana berlangsung interaktif dan penuh semangat. Acara diawali dengan sambutan dari perwakilan pihak sekolah yang menyampaikan apresiasi kepada BPBD Kabupaten Jombang dan Tim Pemadam Kebakaran serta Penyelamatan Jombang atas komitmennya dalam memberikan edukasi kebencanaan kepada generasi muda.
Pada sesi utama, peserta mendapatkan pemahaman mengenai pengetahuan dasar tentang bencana kebakaran, mulai dari faktor penyebab terjadinya kebakaran, potensi risiko yang sering ditemukan di lingkungan rumah maupun sekolah, hingga langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan sejak dini. Materi disampaikan secara komunikatif sehingga mudah dipahami oleh seluruh peserta.
Selain itu, tim juga memberikan edukasi khusus mengenai penggunaan dan penanganan tabung LPG yang aman. Materi ini menjadi salah satu bagian penting dalam kegiatan karena kebocoran maupun kesalahan penggunaan LPG masih menjadi salah satu penyebab kebakaran yang sering terjadi di lingkungan masyarakat. Para peserta diberikan pemahaman mengenai cara mengenali tanda-tanda kebocoran gas, langkah penanganan darurat, serta tindakan yang harus dihindari ketika menghadapi situasi tersebut.
Tidak hanya memberikan materi teori, Tim Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Jombang juga memperkenalkan berbagai peralatan pemadam kebakaran yang digunakan dalam operasi penanganan kebakaran dan penyelamatan. Para siswa diajak mengenal lebih dekat profesi pemadam kebakaran, tugas-tugas yang dijalankan, hingga tantangan yang dihadapi petugas saat bertugas di lapangan. Sesi ini menjadi daya tarik tersendiri karena memberikan wawasan baru mengenai pentingnya peran pemadam kebakaran dalam melindungi masyarakat.
Puncak kegiatan ditandai dengan pelaksanaan simulasi penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Dalam simulasi tersebut, peserta diperlihatkan tata cara penggunaan APAR yang benar untuk memadamkan api pada tahap awal sebelum kebakaran berkembang menjadi lebih besar. Beberapa siswa dan guru juga diberi kesempatan untuk mencoba secara langsung di bawah pendampingan petugas, sehingga pengalaman belajar menjadi lebih nyata dan mudah dipahami.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh peserta tidak hanya memahami teori mengenai kebakaran, tetapi juga memiliki keterampilan dasar dalam menghadapi kondisi darurat secara cepat dan tepat. Edukasi semacam ini menjadi bagian penting dalam membangun budaya sadar bencana, khususnya di lingkungan pendidikan, sehingga tercipta sekolah yang lebih aman, tangguh, dan siap menghadapi berbagai potensi risiko kebakaran.
BPBD Kabupaten Jombang bersama Tim Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan akan terus berupaya memperluas jangkauan edukasi kepada masyarakat, sekolah, dan berbagai institusi lainnya sebagai langkah preventif dalam mengurangi risiko bencana kebakaran. Dengan meningkatnya pengetahuan dan kesiapsiagaan masyarakat, diharapkan potensi kerugian akibat kebakaran dapat diminimalkan serta keselamatan jiwa dapat lebih terjamin.


