Jombang, 5 Agustus 2026 – Tim Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan BPBD Kabupaten Jombang kembali menunjukkan kesiapsiagaan tinggi dalam menghadapi berbagai kejadian kebakaran yang terjadi di sejumlah wilayah pada Rabu (5/8/2026). Dalam satu hari, petugas berhasil menangani tiga kejadian kebakaran di lokasi yang berbeda, mulai dari kebakaran lahan bambu yang mengancam permukiman, kebakaran lahan tebu di dekat kawasan industri, hingga kebakaran yang menghanguskan rumpun bambu dan kandang sapi di Kecamatan Mojowarno.

Rangkaian kejadian tersebut menjadi pengingat bahwa kondisi cuaca yang panas, vegetasi kering, serta aktivitas masyarakat yang kurang berhati-hati saat membuang puntung rokok maupun membakar sampah dapat memicu kebakaran yang berpotensi membahayakan keselamatan warga dan menimbulkan kerugian yang lebih besar.

Kebakaran Lahan Bambu Mengancam Permukiman di Tunggorono

Kejadian pertama terjadi sekitar pukul 10.00 WIB di Dusun Tunggul, Desa Tunggorono, Kecamatan Jombang. Diduga api berasal dari puntung rokok yang dibuang di sekitar rumpun bambu. Kondisi lahan yang kering serta hembusan angin menyebabkan api dengan cepat membakar area seluas kurang lebih 3 x 6 meter dan berpotensi merambat menuju rumah-rumah warga.

Mendapatkan laporan dari masyarakat, Pos Damkar Jombang segera mengerahkan satu unit fire pumper truck beserta personel menuju lokasi. Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan pemadaman dan pembasahan untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa. Berkat respons cepat tersebut, api berhasil dikendalikan sebelum menjalar lebih luas ke kawasan permukiman.

Lahan Tebu Terbakar Dekat Kawasan Industri

Pada siang hari, tim kembali menerima laporan kebakaran di Dusun Keras, Desa Keras, Kecamatan Diwek. Kebakaran terjadi di lahan tebu seluas sekitar 400 meter persegi yang berada di dekat sebuah pabrik tetes, sehingga berpotensi membahayakan aktivitas industri di sekitarnya.

Api diduga dipicu oleh puntung rokok yang dibuang sembarangan di area lahan tebu. Dalam waktu singkat, kobaran api membesar akibat kondisi tanaman yang kering dan angin yang cukup kencang. Setelah menerima laporan dari Polsek Diwek, Pos Damkar Jombang langsung mengerahkan satu unit fire pumper truck dan satu unit fire supply truck menuju lokasi.

Sesampainya di lokasi, petugas bersama unsur kepolisian, perangkat desa, dan masyarakat melakukan pemadaman intensif hingga seluruh titik api berhasil dipadamkan. Proses pembasahan juga dilakukan guna mencegah munculnya api kembali, sehingga kebakaran tidak sempat menjalar ke area pabrik maupun lahan di sekitarnya.

Kebakaran Rumpun Bambu dan Kandang Sapi di Mojowarno

Belum lama setelah penanganan kebakaran kedua selesai, petugas kembali menerima laporan kebakaran di Dusun Pulorejo, Desa Mojojejer, Kecamatan Mojowarno. Saat warga mengetahui kejadian, api telah membesar dan merambat hingga membakar sebuah kandang sapi serta rumpun bambu di sekitarnya.

Melihat potensi kebakaran yang cukup besar, Pos Damkar Ngoro segera mengerahkan personel bersama armada pemadam dengan dukungan Pos Damkar Jombang dan Pusdalops BPBD Kabupaten Jombang. Penanganan juga melibatkan Polsek Mojowarno, Babinsa, PLN, perangkat desa, relawan Semar Jombang, serta masyarakat setempat.

Dengan dukungan armada pemadam dan koordinasi lintas instansi, proses pemadaman berlangsung hingga sore hari. Api akhirnya berhasil dipadamkan sehingga tidak meluas ke bangunan maupun lahan lain di sekitar lokasi. Setelah memastikan kondisi benar-benar aman melalui proses pembasahan, seluruh personel kembali ke markas.

BPBD Jombang Imbau Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan

Serangkaian kejadian dalam satu hari tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar kebakaran lahan masih dipicu oleh kelalaian manusia, seperti membuang puntung rokok sembarangan maupun membakar sampah di area terbuka tanpa pengawasan. Pada musim kemarau, kondisi vegetasi yang kering membuat api sangat mudah merambat dan sulit dikendalikan apabila tidak segera ditangani.

BPBD Kabupaten Jombang mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran sampah di lahan terbuka, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta segera melaporkan apabila menemukan tanda-tanda kebakaran agar petugas dapat melakukan penanganan sejak dini. Respons cepat masyarakat dalam melaporkan kejadian menjadi faktor penting untuk mencegah kebakaran berkembang menjadi bencana yang lebih besar.

Melalui kesiapsiagaan personel, dukungan peralatan, serta sinergi bersama TNI, Polri, pemerintah desa, relawan, dan masyarakat, seluruh kejadian kebakaran pada hari tersebut berhasil ditangani dengan baik sehingga tidak menimbulkan dampak yang lebih luas terhadap permukiman maupun objek vital di Kabupaten Jombang.