JOMBANG – Tiga kejadian kebakaran lahan terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Jombang pada Kamis, 27 Agustus 2026. Kebakaran terjadi di wilayah Kecamatan Mojowarno, Kabuh, dan Perak, dengan beberapa lokasi berada di sekitar area gudang maupun permukiman warga.

Kondisi lahan yang kering serta hembusan angin menjadi salah satu faktor yang dapat mempercepat penyebaran api. Beruntung, laporan dari masyarakat dapat segera ditindaklanjuti oleh petugas pemadam kebakaran sehingga api berhasil dikendalikan dan tidak sampai meluas ke area yang lebih berisiko.

Kebakaran Jerami di Mojowarno

Kejadian pertama berlangsung di sekitar Jalan Raya Mojolegi–Mojoduwur, Dusun Mulyorejo, Desa Grobogan, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang. Kebakaran terjadi pada tumpukan jerami yang berada di sekitar area persawahan.

Peristiwa tersebut diketahui setelah seorang pengendara melihat adanya tumpukan jerami yang terbakar. Api kemudian dikhawatirkan merembet ke area gudang yang berada di sekitar lokasi.

Warga yang berada di sekitar lokasi berupaya melakukan pemadaman menggunakan peralatan sederhana. Namun, upaya tersebut belum mampu mengendalikan api yang semakin membesar. Warga kemudian segera melaporkan kejadian tersebut kepada Call Center Damkar Jombang agar mendapatkan penanganan dari petugas.

Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti oleh Pos Damkar Jombang. Tim dari Pos Damkar Mojoagung kemudian diberangkatkan menggunakan satu unit fire pumper truck beserta perlengkapannya menuju lokasi kejadian.

Setibanya di lokasi, petugas segera melakukan pemadaman terhadap titik api. Setelah api berhasil dikendalikan, petugas melanjutkan dengan proses pembasahan untuk memastikan tidak terdapat bara atau titik api yang berpotensi kembali menyala.

Penanganan akhirnya dapat diselesaikan dengan kondisi api berhasil dipadamkan. Lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan seluas sekitar 5 × 7 meter.

Api Merembet di Lahan Kosong Dekat Permukiman Kabuh

Kebakaran lahan kembali terjadi pada malam hari di Desa Karangpakis, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang. Kali ini, api membakar ilalang pada lahan kosong dengan luas sekitar 8 × 6 meter.

Kejadian bermula ketika seorang warga membakar sisa sampah di area lahan kosong. Dalam kondisi lahan yang kering dan disertai hembusan angin cukup kencang, percikan api kemudian menjalar dengan cepat ke bagian lahan lainnya.

Warga sekitar sempat berusaha melakukan pemadaman menggunakan peralatan seadanya. Namun, api semakin membesar dan mulai mendekati permukiman warga. Melihat kondisi tersebut, perangkat desa setempat segera mengambil langkah dengan melaporkan kejadian kepada Pos Damkar Ploso.

Laporan yang diterima langsung ditindaklanjuti dengan mengerahkan satu unit fire pumper truck dan satu unit fire supply truck beserta tim menuju lokasi.

Petugas tiba di lokasi dan segera melakukan pemadaman. Setelah kobaran api berhasil dikendalikan, proses pembasahan dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan tidak ada bara yang masih tersisa dan dapat memicu kebakaran kembali.

Dalam penanganan tersebut, petugas dari Pos Damkar Ploso juga berkoordinasi bersama Polsek Kabuh, perangkat desa, dan warga yang berada di sekitar lokasi.

Berkat penanganan yang cepat, api berhasil dipadamkan sebelum meluas lebih jauh ke area permukiman. Setelah kondisi dinyatakan aman, seluruh personel dan kendaraan kembali ke markas.

Kebakaran Lahan Tebu Dekati Permukiman di Perak

Kejadian ketiga terjadi di Dusun Ngemplak, Desa Pagerwojo, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang. Kebakaran terjadi pada lahan tebu yang lokasinya berada tidak jauh dari permukiman warga.

Warga yang berada di sekitar lokasi melihat api mulai menjalar di area lahan tebu. Kondisi semakin mengkhawatirkan karena hembusan angin yang cukup kencang membuat api bergerak dengan cepat dan semakin mendekati permukiman.

Menyadari adanya potensi bahaya yang lebih besar, warga segera melaporkan kejadian tersebut kepada Pos Damkar Jombang.

Respons cepat kembali dilakukan dengan mengerahkan satu unit fire pumper truck dan satu unit fire supply truck beserta personel menuju lokasi. Petugas kemudian melakukan pemadaman terhadap kobaran api yang berada di lahan tebu.

Penanganan tidak hanya dilakukan dengan memadamkan kobaran api, tetapi juga dilanjutkan dengan pembasahan di area terdampak. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah api kembali muncul akibat bara yang masih tersisa di sekitar lahan.

Penanganan melibatkan Pos Damkar Jombang, Pos Damkar Ngoro, Pusdalops - PB BPBD Jombang, perangkat desa, serta warga setempat. Kolaborasi antarpihak tersebut membantu proses penanganan sehingga api dapat dikendalikan dan tidak sampai menjalar ke permukiman.

Setelah proses pemadaman dan pembasahan selesai, kondisi di lokasi dinyatakan aman. Api berhasil dipadamkan dan tim kemudian kembali ke markas.

Respons Cepat dan Peran Masyarakat Sangat Penting

Rangkaian kejadian tersebut menunjukkan bahwa kebakaran lahan dapat berkembang dengan cepat, terutama ketika terjadi pada kondisi lahan kering dan disertai hembusan angin. Kebakaran yang awalnya hanya terjadi pada area terbatas dapat berpotensi meluas apabila tidak segera ditangani.

Dalam ketiga kejadian tersebut, kecepatan masyarakat dalam melaporkan kejadian menjadi bagian penting dalam proses penanganan. Laporan yang diterima petugas dapat segera ditindaklanjuti dengan pengerahan personel dan armada menuju lokasi.

Selain itu, koordinasi antara petugas pemadam kebakaran, Pusdalops - PB BPBD Jombang, pemerintah desa, aparat keamanan, dan masyarakat juga menjadi faktor pendukung dalam memastikan proses pemadaman berjalan dengan baik.

BPBD Kabupaten Jombang mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sampah maupun material kering secara sembarangan, khususnya ketika kondisi lingkungan sedang kering dan angin bertiup cukup kencang. Api yang awalnya kecil dapat dengan mudah merambat ke vegetasi kering, lahan pertanian, tumpukan jerami, maupun area lainnya.

Masyarakat juga diharapkan tidak melakukan pembakaran di sekitar lahan yang berdekatan dengan permukiman, gudang, bangunan, maupun fasilitas lainnya yang memiliki potensi terdampak apabila api tidak terkendali.

Apabila menemukan kebakaran atau melihat adanya titik api yang berpotensi meluas, masyarakat diimbau untuk segera melaporkan kepada petugas agar dapat dilakukan penanganan secepat mungkin.

Tiga kejadian kebakaran lahan pada 27 Agustus 2026 tersebut berhasil ditangani dan seluruh api telah dipadamkan. Tidak ada laporan mengenai api yang kembali meluas setelah proses pemadaman dan pembasahan selesai.

Kecepatan informasi, kesiapsiagaan petugas, serta kepedulian masyarakat menjadi kunci dalam mencegah kebakaran kecil berkembang menjadi kejadian yang lebih besar.

#KitajagaALAMjagakita
#tetepsemangatanposambat
#PantangPulangSebelumPadam