Dalam kurun waktu dua hari, Tim Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Jombang kembali disibukkan dengan serangkaian kejadian kebakaran lahan yang terjadi di sejumlah wilayah. Tercatat sedikitnya tiga peristiwa kebakaran lahan yang berlokasi dekat dengan kawasan permukiman warga berhasil ditangani dengan cepat oleh petugas sehingga tidak menimbulkan dampak yang lebih luas.
Kejadian pertama terjadi pada Senin (22/06/2026) di Dusun Sumberjo, Desa Kepuhdoko, Kabupaten Jombang. Kebakaran yang melanda lahan tebu seluas kurang lebih 2.800 meter persegi tersebut diketahui sekitar pukul 15.30 WIB oleh perangkat desa setempat. Kobaran api yang muncul di area perkebunan tebu dengan cepat membesar akibat tiupan angin kencang dan mengarah ke kawasan permukiman warga.
Melihat kondisi tersebut, warga bersama perangkat desa berupaya melakukan pemadaman secara mandiri menggunakan peralatan seadanya. Namun, karena api terus membesar dan sulit dikendalikan, warga segera melaporkan kejadian tersebut kepada Pos Pemadam Kebakaran Jombang.
Menerima laporan tersebut, Pos Damkar Jombang segera memberangkatkan satu unit fire pumper truck menuju lokasi kejadian. Tim tiba di lokasi sekitar pukul 16.00 WIB dan langsung melakukan upaya pemadaman serta pembasahan pada area terdampak. Berkat respons cepat petugas, api berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 16.50 WIB sebelum merambat ke permukiman warga.
Keesokan harinya, Selasa (23/06/2026), kebakaran lahan kembali terjadi di Jalan Masjid Kwaringan Gajah, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang. Kebakaran kali ini menghanguskan lahan tebu seluas kurang lebih 3.000 meter persegi. Warga yang mengetahui adanya kobaran api segera berupaya memadamkan api secara swadaya, namun kondisi cuaca yang cukup panas serta hembusan angin menyebabkan api terus menjalar.
Laporan kemudian diterima oleh Pos Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Ngoro yang langsung mengerahkan satu unit fire pumper truck beserta personel menuju lokasi. Setibanya di lokasi, petugas segera melakukan pemadaman dan pembasahan untuk memastikan tidak terdapat titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan. Penanganan berhasil diselesaikan sekitar pukul 15.50 WIB dan api dinyatakan berhasil dipadamkan.
Masih di hari yang sama, kebakaran lahan kembali dilaporkan terjadi di Dusun Tawangsari, Desa Catakgayam, Kecamatan Mojowarno. Kebakaran kali ini melanda lahan kosong dengan luas mencapai sekitar 15.000 meter persegi atau sekitar 1,5 hektare. Lokasi kebakaran yang berdekatan dengan permukiman warga menimbulkan kekhawatiran akan potensi meluasnya api ke area rumah penduduk.
Setelah menerima laporan dari masyarakat, Pos Damkar Ngoro bersama Pos Damkar Mojoagung segera bergerak menuju lokasi. Sesampainya di lokasi, petugas langsung melakukan upaya pemadaman secara intensif untuk mengendalikan kobaran api yang terus meluas akibat kondisi cuaca dan angin di lokasi kejadian. Berkat kerja sama yang baik antara petugas, aparat kepolisian, perangkat desa, dan masyarakat setempat, api berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 19.00 WIB.
Pada seluruh kejadian tersebut, tidak dilaporkan adanya korban jiwa. Keberhasilan penanganan yang dilakukan secara cepat dan terkoordinasi menjadi faktor penting dalam mencegah api merembet ke kawasan permukiman dan menimbulkan kerugian yang lebih besar.
BPBD Kabupaten Jombang mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya selama musim kemarau, dengan tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan serta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan potensi kebakaran. Partisipasi aktif masyarakat sangat diperlukan guna mencegah terjadinya kebakaran lahan yang dapat membahayakan keselamatan jiwa maupun lingkungan sekitar.






