Tim Pusdalops PB BPBD Kabupaten Jombang melaksanakan penanganan evakuasi jenazah yang ditemukan mengapung di pintu air Sungai Brantas, tepatnya di Dam Karet Jatimlerek, Desa Jatimlerek, Kecamatan Plandaan, pada Minggu (15/02/2026). Dalam kejadian tersebut, satu orang dinyatakan meninggal dunia.
Peristiwa bermula saat warga sekitar mengetahui adanya jenazah yang mengapung di area pintu air sungai pada pagi hari. Mengingat lokasi berada di kawasan bendung dengan kondisi arus yang berpotensi membahayakan, warga segera melaporkan temuan tersebut kepada perangkat desa dan Polsek setempat guna mendapatkan penanganan lebih lanjut. Laporan tersebut kemudian diteruskan kepada Pusdalops PB BPBD Kabupaten Jombang sebagai instansi yang memiliki tugas dan fungsi dalam penanganan kedaruratan.
Setelah menerima laporan, Pusdalops PB BPBD Kabupaten Jombang segera melaporkan kejadian kepada pimpinan serta melakukan koordinasi awal dengan pihak PPA Bendung Karet Jatimlerek untuk memastikan akses menuju lokasi serta kondisi teknis di sekitar pintu air. Koordinasi lintas unsur ini penting dilakukan mengingat area bendung memiliki karakteristik teknis tertentu, termasuk potensi arus dan kedalaman air yang dapat menyulitkan proses evakuasi.
Tim kemudian diberangkatkan menuju lokasi dengan membawa satu unit mobil jenazah lengkap dengan peralatan pendukung serta satu unit sepeda motor trail guna menunjang mobilitas personel di sekitar tanggul dan akses jalan yang terbatas. Setibanya di lokasi, petugas terlebih dahulu melakukan asesmen cepat untuk menentukan metode evakuasi yang aman dan efektif.
Proses evakuasi dilaksanakan secara hati-hati dengan memperhatikan aspek keselamatan personel dan kondisi sekitar. Berkat kerja sama yang baik antara Pusdalops PB BPBD Kabupaten Jombang, Polsek Plandaan, PPA Bendung Karet Jatimlerek, perangkat Desa Jatimlerek, serta dukungan masyarakat setempat, jenazah berhasil dievakuasi tanpa kendala berarti.
Setelah proses evakuasi selesai, jenazah kemudian dibawa ke kamar jenazah RSUD Jombang untuk penanganan lebih lanjut oleh pihak berwenang sesuai prosedur yang berlaku. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dalam keadaan aman dan terkendali.
Kejadian ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu berhati-hati saat beraktivitas di sekitar sungai maupun bendungan, terutama pada musim penghujan ketika debit air dan arus sungai dapat meningkat sewaktu-waktu. Kewaspadaan dan kepedulian masyarakat dalam melaporkan kejadian secara cepat turut membantu mempercepat proses penanganan di lapangan.
BPBD Kabupaten Jombang terus berkomitmen melaksanakan tugas siaga 24 jam dalam memberikan pelayanan penanganan kedaruratan di wilayah Kabupaten Jombang. Sinergi antarinstansi serta partisipasi aktif masyarakat menjadi bagian penting dalam mewujudkan Kabupaten Jombang yang tangguh dan siap menghadapi berbagai situasi darurat.

-

-

-
