Dalam upaya meningkatkan budaya sadar bencana di lingkungan pendidikan, BPBD Kabupaten Jombang melalui Unit Operasi Pusdalops PB bersama Tim Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Jombang melaksanakan kegiatan Panduan dan Praktik Simulasi Mandiri Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di SMP Negeri 1 Wonosalam, pada Selasa, 30 Juni 2026, mulai pukul 12.00 hingga 15.30 WIB.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen BPBD Kabupaten Jombang dalam membangun sekolah yang tangguh terhadap berbagai potensi bencana melalui peningkatan kapasitas warga sekolah. Dengan melibatkan guru, tenaga kependidikan, serta para siswa, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman secara teori, tetapi juga diberikan kesempatan untuk mempraktikkan langsung langkah-langkah penyelamatan diri saat menghadapi situasi darurat.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan serta sambutan dari Supervisor BPBD Kabupaten Jombang yang menekankan pentingnya kesiapsiagaan sebagai budaya yang harus diterapkan di lingkungan sekolah. Dalam sambutannya disampaikan bahwa kesiapsiagaan tidak hanya menjadi tanggung jawab petugas penanggulangan bencana, melainkan juga seluruh warga sekolah agar mampu mengambil tindakan yang cepat, tepat, dan aman ketika terjadi keadaan darurat.

Selanjutnya, tim BPBD memberikan materi mengenai penanggulangan bencana yang mencakup pengenalan berbagai jenis ancaman bencana, langkah-langkah mitigasi, prosedur evakuasi, hingga pentingnya koordinasi dalam situasi darurat. Materi kemudian dilanjutkan dengan edukasi mengenai kebakaran, meliputi penyebab kebakaran, upaya pencegahan, penggunaan alat pemadam api ringan (APAR), serta tindakan awal yang dapat dilakukan apabila terjadi kebakaran di lingkungan sekolah maupun di rumah.

Agar materi lebih mudah dipahami, kegiatan dilanjutkan dengan sesi praktik yang memungkinkan peserta mencoba secara langsung prosedur penyelamatan sesuai standar operasional. Puncak kegiatan berupa simulasi penanggulangan bencana dan kebakaran yang dirancang menyerupai kondisi nyata, sehingga peserta dapat melatih kemampuan mengambil keputusan, melakukan evakuasi secara tertib, serta bekerja sama dalam menghadapi situasi darurat.

Di akhir kegiatan, tim pelaksana melaksanakan evaluasi terhadap jalannya simulasi. Evaluasi ini bertujuan untuk mengidentifikasi kelebihan maupun hal-hal yang masih perlu diperbaiki sehingga sekolah dapat terus meningkatkan kesiapsiagaannya secara mandiri di masa mendatang. Kegiatan kemudian ditutup dengan penyampaian pesan-pesan keselamatan dan komitmen bersama untuk terus membangun budaya sadar bencana di lingkungan pendidikan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh warga SMP Negeri 1 Wonosalam memiliki pengetahuan, keterampilan, serta kesiapsiagaan yang lebih baik dalam menghadapi potensi bencana maupun kebakaran. BPBD Kabupaten Jombang akan terus berupaya memperluas pelaksanaan program edukasi dan simulasi kebencanaan di berbagai satuan pendidikan sebagai langkah nyata mewujudkan masyarakat yang tangguh, sigap, dan mampu mengurangi risiko bencana sejak dini.