Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jombang bersama Tim UPN Veteran Yogyakarta terus mendorong penguatan kapasitas dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana melalui kegiatan Forum Group Discussion (FGD) Aksi Merespons Peringatan Dini. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 28 Juli 2026, bertempat di Balai Desa Sambirejo dan Balai Desa Ngrimbi, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang.
Kegiatan FGD menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS) serta langkah-langkah yang perlu dilakukan ketika menerima informasi atau peringatan mengenai potensi terjadinya bencana. Keberadaan sistem peringatan dini tidak hanya berkaitan dengan penyampaian informasi, tetapi juga harus diikuti dengan kemampuan masyarakat dalam memahami informasi, mengambil keputusan secara cepat, serta melakukan tindakan penyelamatan secara tepat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta di Desa Sambirejo pada pukul 08.30 WIB. Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi dan diskusi mengenai sosialisasi EWS serta aksi respons terhadap peringatan dini. Dalam sesi tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai fungsi sistem peringatan dini, pentingnya mengenali informasi kebencanaan, serta bagaimana masyarakat dapat merespons peringatan secara cepat dan terkoordinasi.
Setelah kegiatan di Desa Sambirejo selesai, tim kemudian bergeser menuju lokasi kedua di Desa Ngrimbi, Kecamatan Wonosalam. Kegiatan di Desa Ngrimbi diawali dengan registrasi peserta pada pukul 13.30 WIB, kemudian dilanjutkan dengan pemaparan dan diskusi terkait EWS dan aksi merespons peringatan dini. Diskusi menjadi ruang bagi peserta untuk menyampaikan berbagai pengalaman, kondisi lingkungan, serta tantangan yang dihadapi masyarakat dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.
Melalui kegiatan ini, BPBD Kabupaten Jombang bersama UPN Veteran Yogyakarta berupaya membangun pemahaman bahwa sistem peringatan dini akan lebih efektif apabila masyarakat memiliki pengetahuan dan kesiapan untuk menindaklanjuti informasi yang diterima. Kecepatan dalam merespons peringatan, pemahaman terhadap jalur evakuasi, kesiapan kelompok masyarakat, serta koordinasi dengan pemerintah desa dan unsur terkait menjadi bagian penting dalam upaya mengurangi risiko dan dampak bencana.
Keterlibatan masyarakat Desa Sambirejo dan Desa Ngrimbi juga menjadi bagian penting dalam membangun masyarakat tangguh bencana. Dengan meningkatnya kapasitas masyarakat dalam memahami dan merespons peringatan dini, diharapkan potensi risiko korban jiwa maupun kerugian akibat bencana dapat ditekan. Masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga mampu menjadi bagian aktif dalam sistem kesiapsiagaan dan penanggulangan bencana di tingkat desa.
BPBD Kabupaten Jombang akan terus mendorong penguatan edukasi, koordinasi, dan kapasitas masyarakat sebagai bagian dari upaya pengurangan risiko bencana. Sinergi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, pemerintah desa, relawan, dan masyarakat menjadi fondasi penting dalam menciptakan lingkungan yang lebih siap, tanggap, dan mampu menghadapi berbagai potensi bencana.
Kegiatan di Desa Ngrimbi ditutup pada pukul 15.45 WIB dan seluruh rangkaian kegiatan berakhir setelah tim kembali menuju markas pada pukul 16.00 WIB. Secara keseluruhan, kegiatan FGD berlangsung dengan lancar dan menjadi langkah positif dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat melalui pemanfaatan serta respons terhadap sistem peringatan dini.
#KitajagaALAMjagakita
#tetepsemangatanposambat
#PantangPulangSebelumPadam


