Peristiwa kebakaran lahan terjadi di Dusun Canggu, Desa Jatibanjar, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang pada Jumat, 20 Maret 2026. Kebakaran ini dipicu oleh aktivitas pembakaran jerami sisa panen yang kemudian tidak terkendali akibat tiupan angin kencang, sehingga menimbulkan asap tebal yang berdampak hingga ke permukiman warga.
Kejadian bermula saat seorang warga melakukan pembakaran tumpukan jerami di area persawahan dengan tujuan membersihkan lahan. Namun, kondisi angin yang cukup kencang membuat api dengan cepat membesar dan meluas ke area sekitar. Asap pekat yang dihasilkan dari kebakaran tersebut kemudian menyelimuti lingkungan sekitar dan masuk ke kawasan permukiman, sehingga menyebabkan gangguan pernapasan bagi sejumlah warga.
Menyadari kondisi yang semakin mengkhawatirkan, warga setempat segera melaporkan kejadian tersebut kepada Pos Pemadam Kebakaran Ploso. Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti oleh petugas dengan mengerahkan tim pemadam kebakaran dan penyelamat menuju lokasi kejadian.
Setibanya di lokasi, tim segera melakukan upaya pembasahan pada area yang terbakar guna mengendalikan api dan mencegah penyebaran lebih luas. Penanganan dilakukan secara cepat dan terarah, mengingat kondisi asap yang cukup pekat serta potensi meluasnya kebakaran akibat faktor angin dan material yang mudah terbakar.
Berkat kesigapan petugas di lapangan, api berhasil dikendalikan dan dipadamkan sepenuhnya. Tim juga memastikan tidak ada titik api yang tersisa yang berpotensi memicu kebakaran kembali. Setelah situasi dinyatakan aman, petugas kembali ke markas.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat agar lebih berhati-hati dalam melakukan aktivitas pembakaran, terutama di area terbuka seperti lahan pertanian. Kondisi cuaca, khususnya angin, dapat mempercepat penyebaran api dan menimbulkan dampak yang lebih luas, termasuk gangguan kesehatan akibat asap.
BPBD Kabupaten Jombang mengimbau masyarakat untuk menghindari pembakaran terbuka tanpa pengawasan serta selalu mempertimbangkan kondisi lingkungan sekitar. Apabila diperlukan, masyarakat diharapkan dapat berkoordinasi dengan pihak terkait agar potensi risiko kebakaran dapat diminimalkan sejak dini.
Kesiapsiagaan dan kepedulian bersama menjadi kunci utama dalam mencegah terjadinya bencana yang dapat merugikan banyak pihak, baik dari segi kesehatan, lingkungan, maupun keselamatan masyarakat secara umum.

-

-
