Dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, khususnya banjir, BPBD Kabupaten Jombang bersama BPBD Provinsi Jawa Timur dan tim AGISENA Provinsi Jawa Timur melaksanakan kegiatan pengecekan Early Warning System (EWS) banjir pada Jumat, 6 Maret 2026 mulai pukul 07.30 WIB.
Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari langkah preventif untuk memastikan bahwa perangkat sistem peringatan dini banjir yang telah terpasang dapat berfungsi dengan baik dan siap digunakan ketika terjadi peningkatan debit air atau potensi banjir di wilayah Kabupaten Jombang.
Dalam kegiatan tersebut, tim melakukan pengecekan di tiga titik lokasi pemasangan EWS banjir, yakni di wilayah Rejoagung, Slumbung, dan Kedunglumpang. Ketiga titik ini merupakan lokasi strategis yang dipantau karena berada di kawasan yang memiliki potensi terdampak banjir ketika terjadi peningkatan debit air di sungai atau hujan dengan intensitas tinggi di wilayah hulu.
Tim gabungan memulai kegiatan dengan melakukan pengecekan perangkat EWS di lokasi pertama, yaitu di wilayah Rejoagung. Pada lokasi ini dilakukan pemeriksaan terhadap kondisi fisik alat, sistem sensor, sumber daya listrik, serta memastikan bahwa sistem komunikasi dan penyampaian peringatan dapat berjalan dengan baik.
Setelah proses pengecekan di titik pertama selesai dilakukan, tim kemudian melanjutkan perjalanan menuju lokasi kedua, yaitu EWS yang berada di wilayah Slumbung. Di lokasi ini, tim kembali melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap perangkat sistem peringatan dini, termasuk memastikan alat dapat mendeteksi perubahan kondisi yang berpotensi menimbulkan peringatan dini banjir.
Kegiatan kemudian dilanjutkan ke titik ketiga yang berada di wilayah Kedunglumpang. Di lokasi ini tim kembali melakukan pengecekan teknis serta memastikan bahwa seluruh komponen EWS masih dalam kondisi baik dan dapat berfungsi secara optimal.
Pengecekan ini menjadi langkah penting untuk memastikan bahwa sistem peringatan dini banjir dapat memberikan informasi secara cepat kepada masyarakat apabila terjadi peningkatan debit air yang berpotensi menimbulkan banjir. Dengan adanya EWS yang berfungsi dengan baik, diharapkan masyarakat dapat memperoleh peringatan lebih awal sehingga memiliki waktu yang cukup untuk melakukan langkah antisipasi dan penyelamatan.
Kegiatan pengecekan ini juga menjadi bagian dari komitmen BPBD Kabupaten Jombang dalam memperkuat sistem mitigasi bencana, khususnya dalam menghadapi potensi bencana banjir yang dapat terjadi sewaktu-waktu, terutama saat musim hujan.
Melalui sinergi antara BPBD Kabupaten Jombang, BPBD Provinsi Jawa Timur, serta tim AGISENA Provinsi Jawa Timur, diharapkan sistem peringatan dini yang telah dipasang dapat terus terjaga kualitas dan fungsinya, sehingga mampu mendukung upaya perlindungan masyarakat dari risiko bencana.
BPBD Kabupaten Jombang juga mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir, terutama bagi warga yang tinggal di wilayah sekitar aliran sungai. Apabila masyarakat menemukan gangguan atau kerusakan pada perangkat EWS maupun potensi bahaya di sekitar aliran sungai, diharapkan segera melaporkannya kepada pihak terkait agar dapat segera ditindaklanjuti.
Dengan kesiapsiagaan, pemeliharaan peralatan secara rutin, serta kerja sama antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan upaya mitigasi bencana di Kabupaten Jombang dapat berjalan lebih optimal dan mampu meminimalkan dampak yang ditimbulkan ketika terjadi bencana.

-

-
