Dalam rangka membangun budaya sadar bencana sejak usia dini, BPBD Kabupaten Jombang melalui Unit Operasi Pusdalops PB bersama Tim Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan melaksanakan Sosialisasi dan Pelatihan Penanggulangan Bencana dan Kebakaran secara serentak di sejumlah sekolah pada Selasa, 14 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang bertujuan membekali peserta didik baru dengan pengetahuan, keterampilan, dan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai potensi bencana maupun keadaan darurat.

Sebanyak 11 sekolah tingkat SMP dan SMA di Kabupaten Jombang menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan, yaitu SMP Negeri 5 Jombang, SMAN 2 Jombang, SMP Negeri 2 Diwek, SMPN 6 Jombang, SMP Negeri 2 Mojoagung, SMP Negeri 2 Jombang, SMP Negeri 1 Tembelang, SMP Negeri 1 Megaluh, SMP Negeri 1 Ploso, SMP Negeri 3 Plandaan, serta SMA Negeri Ploso. Pelaksanaan dilakukan secara paralel oleh beberapa tim BPBD dan Pemadam Kebakaran sehingga seluruh sekolah dapat memperoleh edukasi pada hari yang sama.

Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh panitia MPLS di masing-masing sekolah sebagai bentuk penyambutan kepada tim BPBD Kabupaten Jombang. Selanjutnya, para peserta mendapatkan materi mengenai penanggulangan bencana, mulai dari pengenalan berbagai jenis bencana yang berpotensi terjadi di lingkungan sekitar, langkah-langkah mitigasi, pentingnya kesiapsiagaan, hingga tindakan yang harus dilakukan ketika menghadapi situasi darurat. Materi disampaikan secara komunikatif dan interaktif agar mudah dipahami oleh para siswa yang baru memasuki lingkungan sekolah.

Tidak hanya itu, peserta juga memperoleh edukasi mengenai bahaya kebakaran beserta upaya pencegahannya. Tim memberikan penjelasan mengenai penyebab umum terjadinya kebakaran, cara mengenali potensi bahaya di lingkungan sekolah maupun rumah, serta langkah penyelamatan diri apabila terjadi insiden kebakaran. Penyampaian materi dipadukan dengan praktik dan simulasi sederhana sehingga para siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki gambaran nyata mengenai tindakan yang benar saat menghadapi kondisi darurat.

Suasana kegiatan berlangsung antusias. Para siswa aktif mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab dengan mengajukan berbagai pertanyaan seputar kebencanaan, prosedur evakuasi, penggunaan alat pemadam api ringan, hingga peran masyarakat dalam mengurangi risiko bencana. Antusiasme tersebut menunjukkan tingginya minat generasi muda untuk memahami pentingnya kesiapsiagaan sebagai bekal menghadapi berbagai kemungkinan bencana di masa mendatang.

Melalui pelatihan ini, BPBD Kabupaten Jombang berharap para pelajar mampu menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari membangun budaya hidup aman, mengenali potensi bahaya sejak dini, hingga mengambil tindakan yang tepat ketika menghadapi keadaan darurat.

Kegiatan ini juga menjadi wujud nyata komitmen BPBD Kabupaten Jombang dalam memperluas edukasi kebencanaan kepada seluruh lapisan masyarakat, khususnya dunia pendidikan. Sekolah merupakan salah satu lingkungan strategis untuk membangun karakter masyarakat yang tangguh terhadap bencana, sehingga upaya mitigasi tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga menjadi budaya yang tumbuh di kalangan generasi muda.

Melalui sinergi antara BPBD Kabupaten Jombang, Tim Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, serta seluruh satuan pendidikan, diharapkan tercipta lingkungan sekolah yang lebih aman, tangguh, dan siap menghadapi berbagai potensi bencana. Edukasi yang diberikan sejak dini menjadi investasi penting dalam mewujudkan Kabupaten Jombang yang memiliki masyarakat sadar risiko, sigap menghadapi keadaan darurat, serta mampu melindungi diri dan sesama ketika bencana terjadi.