Sebagai upaya memperkuat kapasitas masyarakat dalam menghadapi berbagai potensi bencana, BPBD Kabupaten Jombang kembali melaksanakan kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan Penanggulangan Bencana dan Kebakaran kepada peserta Diklat Tingkat Dasar Garda Fatayat NU Kabupaten Jombang pada Minggu, 28 Juni 2026, bertempat di Aula Indraprasta dan Lapangan Asriloka, Wonosalam. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 11.00 WIB ini menjadi bagian dari komitmen BPBD Kabupaten Jombang dalam membangun masyarakat yang tangguh, siap siaga, dan mampu melakukan tindakan penyelamatan secara cepat serta tepat saat menghadapi kondisi darurat.

Pelatihan diawali dengan pembukaan oleh Ketua Fatayat NU Kabupaten Jombang yang menekankan pentingnya peningkatan kapasitas kader organisasi sebagai ujung tombak dalam memberikan edukasi dan membantu masyarakat ketika terjadi bencana. Selanjutnya, Tim Unit Operasi Pusdalops PB BPBD Kabupaten Jombang bersama personel Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Jombang menyampaikan materi mengenai dasar-dasar penanggulangan bencana, mulai dari pengenalan jenis ancaman bencana yang berpotensi terjadi di Kabupaten Jombang, tahapan mitigasi, kesiapsiagaan keluarga, hingga prosedur evakuasi yang aman dan terstruktur.

Tidak hanya menerima materi secara teoritis, para peserta juga mengikuti sesi praktik lapangan yang dirancang untuk memberikan pengalaman langsung dalam menghadapi kondisi darurat. Pada materi kebakaran, peserta dikenalkan dengan prinsip dasar terjadinya api, langkah-langkah pencegahan kebakaran di lingkungan rumah maupun tempat kerja, serta prosedur penanganan awal ketika terjadi kebakaran sebelum petugas tiba di lokasi. Tim instruktur juga memberikan demonstrasi penggunaan alat pemadam api serta teknik penanganan yang benar agar peserta memahami tindakan yang aman dan efektif saat menghadapi situasi kebakaran.

Suasana pelatihan berlangsung interaktif. Peserta aktif mengajukan berbagai pertanyaan seputar penanganan bencana, keselamatan diri, hingga langkah-langkah yang harus dilakukan ketika menjadi relawan pertama di lingkungan masing-masing. Diskusi tersebut menjadi wadah berbagi pengalaman sekaligus memperkuat pemahaman bahwa kesiapsiagaan merupakan tanggung jawab bersama yang harus dibangun sejak dini melalui edukasi dan latihan yang berkesinambungan.

Melalui kegiatan ini, BPBD Kabupaten Jombang berharap para peserta Diklat Dasar Garda Fatayat NU tidak hanya memiliki pengetahuan mengenai penanggulangan bencana dan kebakaran, tetapi juga mampu menjadi agen edukasi di tengah masyarakat. Dengan bekal keterampilan yang diperoleh, para kader diharapkan dapat menyebarluaskan budaya sadar bencana, meningkatkan kewaspadaan di lingkungan sekitar, serta berperan aktif dalam upaya mitigasi, kesiapsiagaan, hingga penanganan awal ketika terjadi keadaan darurat.

Kegiatan ditutup dengan evaluasi bersama sebagai sarana mengukur pemahaman peserta terhadap materi yang telah diberikan. Semangat kolaborasi antara BPBD Kabupaten Jombang dan organisasi kemasyarakatan seperti Garda Fatayat NU diharapkan terus terjalin untuk mewujudkan masyarakat Jombang yang semakin tangguh, peduli, dan siap menghadapi berbagai potensi bencana demi keselamatan bersama.