JOMBANG – Ancaman kebakaran lahan kembali menjadi perhatian di Kabupaten Jombang. Dalam rentang dua hari, 5–6 September 2026, sedikitnya lima kejadian kebakaran lahan dan rumpun bambu terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Jombang.
Kebakaran tersebut terjadi di Kecamatan Mojowarno, Perak, Diwek, hingga Ploso. Area yang terbakar cukup beragam, mulai dari rumpun bambu, lahan kosong, lahan tebu, hingga lahan yang berada di sekitar fasilitas umum dan kawasan hutan.
Sejumlah kejadian bahkan terjadi di lokasi yang memiliki potensi risiko lebih besar karena berada dekat dengan permukiman warga, fasilitas umum, maupun kawasan hutan jati. Kondisi cuaca yang kering, vegetasi yang mudah terbakar, serta hembusan angin menjadi faktor yang dapat mempercepat penjalaran api.
Menanggapi kondisi tersebut, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan BPBD Kabupaten Jombang bergerak cepat melalui sejumlah pos pemadam untuk melakukan pemadaman dan pembasahan. Dukungan Pusdalops BPBD, TNI-Polri, perangkat desa, pengelola fasilitas, hingga masyarakat turut menjadi bagian penting dalam penanganan di lapangan.
Kebakaran Rumpun Bambu di Selorejo Mojowarno
Rangkaian kejadian diawali dengan kebakaran lahan dan rumpun bambu di Dusun Selorejo, Desa Seloreho, Kecamatan Mojowarno.
Kebakaran diketahui setelah warga melihat adanya api yang membakar rumpun bambu. Api diduga berasal dari sisa pembakaran sampah yang kemudian menyambar vegetasi di sekitarnya.
Melihat api semakin membesar dan dikhawatirkan menjalar menuju permukiman, warga berusaha melakukan pemadaman awal menggunakan peralatan sederhana. Namun, upaya tersebut belum mampu menghentikan kobaran api.
Laporan kemudian disampaikan kepada Call Center Damkar Jombang. Informasi tersebut segera ditindaklanjuti dengan pengerahan satu unit Fire Pumper Truck dari Pos Damkar Mojoagung beserta personel.
Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan pemadaman dan dilanjutkan dengan pembasahan pada area yang terdampak. Lahan rumpun bambu dengan ukuran sekitar 70 × 50 meter berhasil ditangani dan api dinyatakan padam.
Respons cepat petugas bersama dukungan warga menjadi faktor penting untuk mencegah api berkembang lebih luas di tengah kondisi lahan yang mudah terbakar.
Lahan Tebu di Cukir Diwek Terbakar, Api Mendekati Fasilitas Umum
Sehari berikutnya, kebakaran kembali terjadi di Dusun Cukir Gang 2, Desa Cukir, Kecamatan Diwek.
Kali ini api membakar lahan tebu dengan ukuran sekitar 170 × 40 meter. Kobaran api diketahui oleh pengurus pondok yang melihat api telah membesar di area tersebut.
Pengurus pondok berusaha melakukan pemadaman dengan peralatan sederhana. Namun, api tidak kunjung padam sehingga laporan segera disampaikan kepada Pusdalops BPBD Kabupaten Jombang dan diteruskan kepada Pos Damkar Ngoro.
Mengingat kebakaran berada di area yang mendekati fasilitas umum, penanganan dilakukan dengan cepat. Pos Damkar Ngoro mengerahkan satu unit Fire Pumper Truck, sementara Pusdalops BPBD Kabupaten Jombang mendukung dengan satu unit Supply Truck beserta personel.
Petugas segera melakukan pemadaman dan pembasahan setelah tiba di lokasi. Penanganan juga mendapatkan dukungan dari Semar, Polsek, serta pengurus pondok.
Api akhirnya berhasil dipadamkan dan situasi dinyatakan aman.
Kejadian ini menjadi pengingat bahwa kebakaran lahan tebu dapat berkembang dengan cepat karena karakteristik tanaman yang kering dan mudah terbakar. Terlebih ketika lokasi kebakaran berada dekat dengan fasilitas yang digunakan masyarakat, sehingga penanganan harus dilakukan sesegera mungkin.
Api di Rumpun Bambu Mengancam Permukiman di Sembung Perak
Kebakaran berikutnya terjadi di Dusun Peyak, Desa Sembung, Kecamatan Perak.
Api pertama kali terlihat di rumpun bambu yang berada di belakang rumah warga. Kondisi semakin mengkhawatirkan ketika angin bertiup kencang dan menyebabkan api menjalar dengan cepat ke lahan serta rumpun bambu di sekitarnya.
Kobaran api yang semakin tidak terkendali membuat warga dan perangkat desa segera mengambil langkah untuk melaporkan kejadian kepada petugas pemadam kebakaran.
Pos Damkar Jombang kemudian mengerahkan satu unit Fire Pumper Truck dan mendapat dukungan satu unit Supply Truck dari Pusdalops BPBD Kabupaten Jombang.
Sesampainya di lokasi, petugas langsung melakukan pemadaman dan pembasahan. Penanganan turut melibatkan karyawan KAI, Koramil Perak, Polsek Perak, perangkat desa, serta masyarakat.
Kolaborasi berbagai unsur tersebut membantu mempercepat proses penanganan sehingga api berhasil dipadamkan dan tidak berkembang menuju area yang lebih luas.
Kejadian ini sekaligus memperlihatkan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap kebakaran vegetasi yang berada di sekitar rumah. Rumpun bambu yang kering dapat menjadi media penjalaran api, terlebih apabila terdapat angin yang cukup kuat.
Kebakaran Lahan di Balong Besuk, Api Mendekati Fasilitas Umum
Pada hari yang sama, kebakaran juga terjadi di kawasan Jalan Jatipelem–Diwek, Desa Balong Besuk, Kecamatan Diwek.
Kebakaran melanda lahan milik Koperasi Sejahtera SGS dengan ukuran sekitar 20 × 30 meter. Api pertama kali diketahui oleh warga yang kemudian berusaha melakukan pemadaman menggunakan peralatan seadanya.
Namun, api tidak kunjung padam dan justru semakin melebar. Mengingat lokasi kebakaran berada di area yang berkaitan dengan fasilitas umum, laporan segera disampaikan kepada Pos Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Jombang Kota.
Petugas langsung mengerahkan satu unit Fire Pumper Truck dan satu unit Supply Truck menuju lokasi. Setelah tiba, tim segera melakukan pemadaman dan pembasahan secara menyeluruh.
Dalam penanganan ini, petugas mendapatkan dukungan dari Pusdalops BPBD Kabupaten Jombang, Polsek Jogoroto, security koperasi, serta warga.
Setelah proses pemadaman dan pembasahan selesai, api berhasil dikendalikan dan kondisi lokasi dinyatakan aman.
Kebakaran Rumpun Bambu di Bawangan Ploso Berbatasan dengan Hutan Jati
Kejadian kelima berlangsung di Dusun Kesamben, Desa Bawangan, Kecamatan Ploso.
Kebakaran melanda rumpun bambu dengan ukuran sekitar 40 × 35 meter. Api diduga bermula dari pembakaran sisa sampah di area lahan kosong.
Kondisi cuaca yang kering dan hembusan angin menyebabkan api dengan cepat menjalar ke rumpun bambu. Kekhawatiran warga semakin meningkat karena lokasi kebakaran berbatasan langsung dengan kawasan hutan jati.
Apabila tidak segera ditangani, kobaran api berpotensi menjalar mengikuti vegetasi yang kering dan memperluas area terdampak.
Perangkat desa kemudian segera melaporkan kejadian kepada Pos Damkar Ploso. Petugas bergerak dengan mengerahkan satu unit Fire Pumper Truck beserta personel dan peralatan pendukung.
Setibanya di lokasi, tim langsung melakukan pemadaman dan pembasahan. Penanganan turut melibatkan Bhabinkamtibmas, Polsek Ploso, perangkat desa, dan masyarakat.
Berkat respons cepat dan kerja sama berbagai unsur, api berhasil dipadamkan sebelum berkembang lebih luas. Petugas kemudian memastikan area sekitar dalam kondisi aman sebelum meninggalkan lokasi.
Lima Kejadian, Satu Pesan Penting: Jangan Abaikan Api Kecil
Rangkaian lima kebakaran lahan tersebut menunjukkan bahwa potensi kebakaran vegetasi masih menjadi ancaman yang perlu mendapatkan perhatian serius, khususnya ketika kondisi lingkungan kering.
Menariknya, beberapa laporan memiliki pola yang hampir serupa. Api diduga berawal dari pembakaran sampah atau material kering, kemudian ditinggalkan atau tidak sepenuhnya terkendali. Ketika bertemu dengan vegetasi kering dan hembusan angin, api dapat dengan cepat membesar dan menjalar ke area di sekitarnya.
Kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa aktivitas pembakaran di lahan terbuka membutuhkan kewaspadaan tinggi. Api yang awalnya terlihat kecil dapat berubah menjadi kobaran besar hanya dalam waktu singkat.
Risiko menjadi semakin tinggi apabila lokasi pembakaran berada dekat dengan rumpun bambu, lahan tebu, permukiman, fasilitas umum, perkebunan, maupun kawasan hutan.
Masyarakat Menjadi Garda Terdepan Pencegahan Kebakaran
Dalam setiap kejadian, masyarakat memiliki peran yang sangat penting. Warga merupakan pihak yang sering kali pertama kali mengetahui munculnya api.
Langkah sederhana seperti segera melaporkan kejadian, memberikan informasi lokasi secara jelas, serta membantu petugas memberikan akses menuju titik kebakaran dapat mempercepat proses penanganan.
Namun demikian, masyarakat juga perlu memahami batas kemampuan ketika menghadapi kebakaran. Pemadaman awal dapat dilakukan apabila api masih kecil dan kondisi benar-benar aman. Jika kobaran sudah membesar, jangan memaksakan diri karena dapat membahayakan keselamatan.
Segera menjauh dari lokasi, amankan diri dan orang di sekitar, kemudian laporkan kepada petugas pemadam kebakaran.
Lebih penting lagi, pencegahan harus dilakukan sebelum kebakaran terjadi.
Masyarakat diimbau untuk tidak membakar sampah, jerami, daun kering, maupun material lainnya secara sembarangan, terutama di sekitar lahan kering dan vegetasi yang mudah terbakar. Jangan pernah meninggalkan api tanpa pengawasan dan pastikan bara benar-benar padam setelah aktivitas selesai.
Respons Cepat dan Kolaborasi Terus Diperkuat
Lima kejadian kebakaran tersebut juga memperlihatkan pentingnya sistem respons yang cepat dan terkoordinasi.
Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan BPBD Kabupaten Jombang terus berupaya memberikan respons terhadap setiap laporan yang masuk. Dukungan dari Pusdalops BPBD, perangkat desa, TNI-Polri, pengelola fasilitas, serta masyarakat menjadi bagian penting dalam memperkuat penanganan di lapangan.
Setiap menit sangat berarti dalam penanganan kebakaran. Semakin cepat informasi diterima dan petugas bergerak menuju lokasi, semakin besar peluang api dapat dikendalikan sebelum meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar.
Karena itu, masyarakat diharapkan tidak menunda pelaporan ketika melihat kebakaran. Jangan menunggu api membesar untuk meminta bantuan.
Lima kejadian kebakaran lahan dalam dua hari ini menjadi pengingat bersama bahwa menjaga lingkungan dari ancaman kebakaran merupakan tanggung jawab semua pihak.
Petugas pemadam kebakaran akan terus bergerak ketika panggilan datang. Namun, upaya terbaik tetaplah mencegah kebakaran sejak awal.
Mari bersama-sama menjaga lingkungan, meningkatkan kewaspadaan, dan membangun budaya keselamatan mulai dari lingkungan rumah, tempat kerja, lahan pertanian, hingga kawasan sekitar permukiman.
Tanggap, Tangkas, Tangguh.
#KitajagaALAMjagakita
#tetepsemangatanposambat
#PantangPulangSebelumPadam
#BPBDJombang
#DamkarJombang
#PemadamKebakaran
#KebakaranLahan
#PencegahanKebakaran
#KesiapsiagaanBencana