JOMBANG – Lima kejadian kebakaran lahan dan rumpun bambu terjadi secara terpisah di sejumlah wilayah Kabupaten Jombang pada Kamis, 3 September 2026. Kejadian tersebut berlangsung di Kecamatan Kabuh, Mojoagung, Diwek, hingga Plandaan.

Sebagian besar kebakaran terjadi pada area yang ditumbuhi vegetasi kering dan rumpun bambu. Berdasarkan laporan di lapangan, beberapa kejadian diduga berawal dari aktivitas pembakaran sampah maupun jerami yang kemudian ditinggalkan tanpa pengawasan. Kondisi cuaca yang kering serta hembusan angin turut mempercepat penjalaran api.

Meski terjadi di lokasi dan waktu yang berbeda, seluruh kejadian dapat ditangani oleh petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan BPBD Kabupaten Jombang bersama unsur terkait dan masyarakat. Respons cepat dilakukan untuk mencegah kobaran api meluas, khususnya karena beberapa lokasi berada tidak jauh dari permukiman warga maupun kawasan hutan.

Kebakaran Lahan Bambu di Tanjung Wadung, Kabuh

Kejadian pertama berlangsung di Dusun Wadung, Desa Tanjung Wadung, Kecamatan Kabuh. Kebakaran menghanguskan rumpun bambu dengan luas sekitar 800 meter persegi.

Kebakaran diduga bermula ketika seorang warga membakar tumpukan jerami padi yang telah mengering di area kebun. Setelah api menyala, lokasi tersebut ditinggalkan. Dalam kondisi lingkungan yang kering dan disertai hembusan angin cukup kencang, percikan api kemudian menjalar dan menyambar rumpun bambu di sekitar lokasi.

Kobaran api yang semakin membesar kemudian diketahui oleh perangkat desa. Mengingat potensi api meluas ke area lain, laporan segera diteruskan kepada Pos Damkar Ploso.

Menerima laporan tersebut, petugas langsung bergerak menuju lokasi dengan mengerahkan satu unit Fire Pumper Truck dan satu unit Fire Supply Truck beserta personel. Setibanya di lokasi, petugas segera melakukan pemadaman dan dilanjutkan dengan pembasahan pada area yang terbakar.

Pembasahan dilakukan sebagai langkah antisipasi agar bara maupun titik panas yang masih tersisa tidak kembali memicu kebakaran. Setelah proses penanganan selesai, api berhasil dipadamkan dan kondisi lokasi dinyatakan aman serta terkendali.

Api Membakar Lahan dan Rumpun Bambu di Dukuhmoho, Mojoagung

Kejadian berikutnya terjadi di Dusun Mojolegi, Desa Dukuhmoho, Kecamatan Mojoagung. Kebakaran melanda lahan dan rumpun bambu dengan ukuran sekitar 200 × 200 meter.

Peristiwa diketahui setelah seorang warga melihat adanya kobaran api pada rumpun bambu. Kebakaran diduga berasal dari sisa pembakaran sampah. Warga yang melihat api kemudian berupaya melakukan pemadaman secara mandiri menggunakan peralatan sederhana.

Namun, kobaran api semakin membesar sehingga menimbulkan kekhawatiran akan merambat menuju permukiman warga. Laporan kemudian disampaikan kepada petugas pemadam kebakaran.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Pos Damkar Mojoagung dan Pos Damkar Ngoro mengerahkan personel dengan dukungan dua unit Fire Pumper Truck serta satu unit Fire Supply Truck.

Petugas langsung melakukan pemadaman sekaligus pembasahan pada area yang terdampak. Upaya tersebut berhasil menghentikan penjalaran api sehingga kebakaran dapat dikendalikan dan dipadamkan.

Dalam penanganan ini, petugas Damkar juga mendapatkan dukungan dari Pusdalops PB BPBD Kabupaten Jombang, perangkat Desa Mojolegi, serta warga yang turut membantu proses penanganan di lapangan.

Rumpun Bambu Terbakar di Karangpakis, Kabuh

Masih di wilayah Kecamatan Kabuh, kebakaran kembali terjadi di Dusun Grobokan, Desa Karangpakis. Sebanyak tiga rumpun bambu dengan ukuran sekitar 4 × 15 meter terdampak kebakaran.

Peristiwa tersebut diduga bermula dari aktivitas pembakaran sampah daun di sekitar rumpun bambu. Api yang semula berasal dari pembakaran sampah kemudian menyambar bambu yang dalam kondisi kering.

Suhu udara yang panas dan tiupan angin membuat api berkembang dengan cepat. Kobaran kemudian membakar batang serta rumpun bambu dan berpotensi merembet ke permukiman warga di sekitar lokasi.

Perangkat desa yang mengetahui kejadian segera melaporkan kepada Pos Damkar Ploso. Petugas kemudian bergerak menuju lokasi dengan membawa satu unit Fire Pumper Truck dan satu unit Fire Supply Truck.

Sesampainya di lokasi, tim langsung melakukan pemadaman dan pembasahan. Penanganan berlangsung hingga seluruh titik api berhasil dikendalikan. Setelah memastikan kondisi aman, petugas kembali ke markas.

Kebakaran Lahan di Watugaluh, Diwek

Kebakaran berikutnya terjadi di Dusun Jasem, Desa Watugaluh, Kecamatan Diwek. Api membakar lahan dengan ukuran sekitar 5 × 6 meter dan berada di sekitar rumpun bambu.

Kejadian diduga berawal ketika seorang warga membakar sampah. Api kemudian merembet ke rumpun bambu di sekitarnya. Kondisi lokasi yang berdekatan dengan permukiman, ditambah hembusan angin yang cukup kencang, menyebabkan percikan api menjalar dengan cepat.

Warga yang mengetahui kejadian tersebut segera melaporkan kepada Pos Damkar Jombang. Respons cepat dilakukan dengan mengerahkan satu unit kendaraan pemadam beserta personel menuju lokasi.

Petugas kemudian melakukan pemadaman dan pembasahan secara menyeluruh. Proses penanganan turut mendapatkan dukungan dari Pusdalops PB BPBD Kabupaten Jombang dan masyarakat.

Api berhasil dipadamkan dan tidak dilaporkan meluas ke permukiman. Setelah dilakukan pengecekan terhadap area sekitar, kondisi lokasi dinyatakan aman.

Kebakaran Rumpun Bambu di Klitih, Plandaan

Sementara itu, kebakaran juga terjadi di Dusun Pojok, Desa Klitih, Kecamatan Plandaan. Sebanyak dua rumpun bambu berukuran sekitar 5 × 10 meter terbakar.

Peristiwa tersebut diduga bermula dari pembakaran sisa sampah di area lahan kosong. Kondisi lingkungan yang kering dan hembusan angin membuat percikan api dengan cepat menjalar ke rumpun bambu.

Kekhawatiran warga semakin meningkat karena lokasi kebakaran berbatasan langsung dengan kawasan hutan jati. Apabila tidak segera ditangani, api berpotensi menjalar lebih luas mengikuti kondisi vegetasi yang kering.

Perangkat desa kemudian segera melaporkan kejadian kepada Pos Damkar Ploso. Petugas langsung merespons dengan mengerahkan satu unit Fire Pumper Truck dan satu unit Fire Supply Truck beserta personel.

Setibanya di lokasi, tim langsung melakukan pemadaman dan pembasahan. Upaya tersebut berhasil mengendalikan kobaran api dan mencegah penjalaran lebih luas. Setelah dipastikan tidak terdapat titik api yang berpotensi menyala kembali, petugas menyelesaikan penanganan dan kembali ke markas.

Respons Cepat dan Kolaborasi Menjadi Kunci

Lima kejadian kebakaran tersebut menunjukkan bahwa kebakaran vegetasi, khususnya rumpun bambu dan lahan kering, dapat berkembang dengan cepat apabila terjadi pada kondisi cuaca panas dan berangin.

Kecepatan masyarakat dalam melaporkan kejadian menjadi salah satu faktor penting dalam penanganan. Laporan yang diterima petugas dapat segera ditindaklanjuti dengan pengerahan armada dan personel sesuai kondisi di lapangan.

Dalam berbagai penanganan tersebut, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan BPBD Kabupaten Jombang melalui Pos Damkar Jombang, Pos Damkar Ploso, Pos Damkar Mojoagung, dan Pos Damkar Ngoro bergerak bersama unsur terkait serta masyarakat.

Kolaborasi antara petugas, perangkat desa, TNI, Pusdalops PB, dan warga menjadi bagian penting dalam memastikan api dapat segera dikendalikan. Selain melakukan pemadaman, petugas juga melaksanakan pembasahan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api atau bara yang masih tersisa.

Jangan Membakar Sampah Sembarangan

Rangkaian kejadian tersebut sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama saat kondisi lingkungan kering.

Aktivitas pembakaran sampah, jerami, daun kering, maupun material mudah terbakar sebaiknya tidak dilakukan sembarangan dan tidak ditinggalkan tanpa pengawasan. Api yang terlihat kecil dapat dengan cepat membesar ketika terkena hembusan angin dan menyambar vegetasi kering di sekitarnya.

Masyarakat juga diimbau untuk memperhatikan jarak antara lokasi pembakaran dengan rumpun bambu, lahan kering, perkebunan, kawasan hutan, bangunan, serta permukiman. Jika pembakaran tidak dapat dihindari, pastikan api benar-benar padam dan tidak meninggalkan bara yang berpotensi menyala kembali.

Apabila masyarakat melihat adanya kebakaran atau kondisi yang berpotensi menimbulkan kebakaran, segera lakukan pelaporan kepada petugas agar dapat ditindaklanjuti sedini mungkin.

BPBD Kabupaten Jombang melalui Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan terus berkomitmen memberikan respons cepat dalam setiap kejadian, sekaligus mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mencegah kebakaran sejak dari sumbernya.

Karena mencegah kebakaran bukan hanya tugas petugas pemadam, tetapi merupakan tanggung jawab bersama.

Tanggap. Tangkas. Tangguh.

#KitajagaALAMjagakita
#tetepsemangatanposambat
#PantangPulangSebelumPadam
#DamkarJombang
#BPBDJombang
#PemadamKebakaran
#PencegahanKebakaran