Kejadian kebakaran sampah terjadi di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Mojowarno Satu, Desa Mojowarno, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, pada Sabtu, 04 April 2026. Peristiwa ini bermula dari tumpukan sampah yang terbakar dan menghasilkan asap tebal, sehingga mengganggu aktivitas masyarakat di sekitar lokasi.

Menurut laporan yang diterima, kebakaran mulai terjadi sekitar pukul 19.10 WIB. Pengurus TPS setempat telah berupaya melakukan pemadaman menggunakan peralatan seadanya, namun api tidak kunjung padam dan justru berpotensi meluas. Menyadari kondisi tersebut, petugas TPS segera melaporkan kejadian kepada Pos Pemadam Kebakaran Jombang untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Pos Damkar Ngoro bersama tim segera bergerak menuju lokasi dengan membawa satu unit fire pumper truck beserta perlengkapannya. Setibanya di lokasi, tim langsung melakukan upaya pemadaman dan pembasahan guna memastikan api benar-benar padam serta mencegah munculnya titik api baru. Proses penanganan berlangsung dengan cepat dan terkoordinasi hingga akhirnya api berhasil dikendalikan sepenuhnya.

Dalam penanganan kejadian ini, berbagai unsur terlibat secara aktif, antara lain Pos Damkar Ngoro, Pos Damkar Jombang, Pusdalops BPBD Kabupaten Jombang, Polsek Mojowarno, perangkat kecamatan dan desa setempat, pengurus TPS, relawan Semar Jombang, Gotana, serta masyarakat sekitar. Sinergi antarinstansi dan partisipasi warga menjadi faktor penting dalam mempercepat proses penanganan di lapangan.

Berdasarkan kondisi terkini, kebakaran telah berhasil dipadamkan dan situasi di sekitar lokasi dinyatakan aman dan terkendali. Kejadian ini menjadi pengingat penting akan potensi bahaya dari penumpukan sampah yang tidak dikelola dengan baik, terutama dalam kondisi tertentu yang dapat memicu kebakaran.

BPBD Kabupaten Jombang mengimbau masyarakat dan pengelola TPS untuk meningkatkan kewaspadaan serta memperhatikan pengelolaan sampah secara lebih baik guna meminimalisir risiko kejadian serupa di kemudian hari. Respon cepat dan koordinasi yang solid diharapkan dapat terus terjaga sebagai bagian dari upaya perlindungan masyarakat dari potensi bencana.