Respons cepat kembali ditunjukkan oleh Tim Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Jombang dalam menangani kebakaran lahan tebu yang terjadi di Dusun Kertorejo, Desa Kertorejo, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, pada Selasa, 14 Juli 2026. Kebakaran yang melanda lahan tebu seluas kurang lebih 4 hektare tersebut sempat menimbulkan kekhawatiran karena lokasi kejadian berada di dekat area tempat usaha sehingga berpotensi mengancam keselamatan pekerja maupun aset di sekitarnya.

Peristiwa bermula sekitar pukul 12.55 WIB, ketika warga melihat kobaran api membakar lahan tebu. Hingga saat ini penyebab pasti kebakaran masih belum diketahui. Namun, tiupan angin yang cukup kencang menyebabkan api dengan cepat membesar dan menjalar ke area perkebunan yang dipenuhi tanaman tebu kering. Kondisi tersebut membuat api semakin sulit dikendalikan dan meningkatkan risiko merembet ke kawasan tempat usaha yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.

Melihat kondisi yang semakin membahayakan, warga segera melaporkan kejadian tersebut ke Pos Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Ngoro pada pukul 13.00 WIB. Laporan yang diterima langsung ditindaklanjuti oleh petugas dengan meneruskan informasi kepada pimpinan sebagai langkah awal penanganan darurat.

Hanya berselang satu menit setelah laporan diterima, tepat pukul 13.01 WIB, Pos Damkar Ngoro memberangkatkan satu unit fire pumper truck beserta personel menuju lokasi kejadian. Berkat respons yang cepat, tim tiba di lokasi sekitar pukul 13.06 WIB dan segera melakukan upaya pemadaman serta pembasahan pada area yang terbakar. Fokus utama petugas adalah menghambat laju penyebaran api agar tidak merambat ke area tempat usaha maupun lahan di sekitarnya.

Proses pemadaman berlangsung cukup lama mengingat luas area yang terbakar mencapai sekitar 4 hektare serta kondisi vegetasi yang mudah terbakar. Selain melakukan penyemprotan pada titik-titik api utama, petugas juga melaksanakan pembasahan secara menyeluruh untuk memastikan bara api benar-benar padam dan tidak memicu kebakaran susulan.

Dalam operasi pemadaman ini, Pos Damkar Ngoro mendapat dukungan dari Pos Damkar Jombang, Polsek Ngoro, Babinsa, karyawan tempat usaha, Perangkat Desa, serta masyarakat sekitar yang turut membantu mengamankan lokasi dan memperlancar proses penanganan di lapangan. Sinergi antarinstansi dan partisipasi aktif masyarakat menjadi faktor penting dalam mempercepat pengendalian kebakaran.

Setelah bekerja selama lebih dari dua jam, api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 15.26 WIB. Tim kemudian melakukan pemeriksaan akhir untuk memastikan tidak terdapat titik api yang masih berpotensi menyala kembali sebelum kembali ke markas.

Operasi pemadaman didukung dengan penggunaan satu unit fire pumper truck dan satu unit supply truck beserta perlengkapan pemadaman yang memadai. Berkat penanganan yang cepat dan terkoordinasi, kobaran api berhasil dicegah agar tidak menjalar ke area tempat usaha maupun objek lain di sekitarnya, sehingga risiko kerugian yang lebih besar dapat diminimalkan.

BPBD Kabupaten Jombang mengimbau masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan, khususnya pada musim kemarau ketika vegetasi dalam kondisi kering dan mudah terbakar. Masyarakat diharapkan tidak melakukan pembakaran terbuka tanpa pengawasan serta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan tanda-tanda kebakaran. Langkah cepat dalam memberikan informasi menjadi kunci utama agar kebakaran dapat segera ditangani sebelum berkembang menjadi bencana yang lebih besar.