Peristiwa kebakaran permukiman kembali terjadi di wilayah Kabupaten Jombang. Sebuah dapur rumah milik warga bernama Umbarwati yang berlokasi di Gongseng RT/RW 01/03, Dusun Gongseng, Kecamatan Megaluh, dilaporkan mengalami kebakaran pada Minggu (22/2/2026). Insiden ini sempat membuat warga sekitar panik karena api terlihat cepat membesar dari area dapur.

Berdasarkan laporan di lapangan, awal kejadian diketahui oleh seorang warga yang melihat kepulan asap tebal disertai api muncul dari bagian dapur rumah korban. Dugaan sementara, sumber api berasal dari kebocoran gas LPG yang kemudian memicu kobaran api. Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut langsung berupaya memberikan pertolongan awal dengan melakukan pemadaman menggunakan peralatan seadanya.

Namun, karena kondisi api yang terus membesar dan sulit dikendalikan, warga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Pos Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Jombang. Laporan segera ditindaklanjuti oleh petugas dengan mengerahkan satu unit fire pumper truck dan satu unit supply truck beserta personel menuju lokasi kejadian.

Setibanya di lokasi, tim pemadam langsung melakukan penanganan cepat berupa pemadaman dan pembasahan pada area terdampak guna mencegah api merambat ke bagian bangunan lainnya maupun ke rumah di sekitarnya. Berkat respons cepat petugas dan dukungan warga, api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya dan situasi dapat dikendalikan dengan aman.

Tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa ini. Meski demikian, bagian dapur rumah dengan luas sekitar 4 meter persegi mengalami kerusakan cukup parah. Kerugian materiil akibat kejadian ini diperkirakan mencapai kurang lebih Rp30 juta.

Penanganan kebakaran ini melibatkan Pos Damkar Jombang, Pusdalops, serta partisipasi aktif masyarakat setempat. Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi seluruh masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi kebocoran gas LPG di rumah tangga, memastikan instalasi kompor dan tabung gas dalam kondisi baik, serta rutin melakukan pengecekan guna mencegah terjadinya kebakaran serupa di kemudian hari.

Semangat kolaborasi antara petugas dan warga kembali membuktikan bahwa respons cepat menjadi kunci utama dalam meminimalkan dampak kebakaran di lingkungan permukiman.