JOMBANG – Kebakaran rumpun bambu terjadi di dua lokasi berbeda di Kabupaten Jombang pada Selasa, 1 September 2026. Kejadian pertama berlangsung di Dusun Besuk Agung, Desa Sumberagung, Kecamatan Peterongan, sementara kebakaran kedua terjadi di Dusun Pojok, Desa Curahmalang, Kecamatan Sumobito.

Kedua kejadian tersebut sama-sama melibatkan rumpun bambu yang berada di sekitar lingkungan permukiman. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena api berpotensi dengan cepat merambat ke bangunan rumah warga, terlebih saat kondisi lingkungan kering dan terdapat material yang mudah terbakar.

Kebakaran Rumpun Bambu di Sumberagung Peterongan

Kejadian pertama dilaporkan terjadi di Dusun Besuk Agung, Desa Sumberagung, Kecamatan Peterongan. Kebakaran diketahui warga setelah melihat rumpun bambu di belakang rumah terbakar. Api diduga berasal dari sisa pembakaran sampah yang kemudian menyambar material kering di sekitar lokasi.

Warga yang mengetahui kejadian tersebut segera berupaya melakukan pemadaman secara mandiri menggunakan peralatan sederhana. Namun, upaya tersebut belum mampu menghentikan kobaran api. Karena lokasi kebakaran berada tidak jauh dari permukiman, warga kemudian segera menghubungi layanan Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Jombang.

Laporan diterima oleh petugas dan langsung diteruskan kepada pimpinan untuk dilakukan penanganan. Tim dari Pos Damkar Mojoagung kemudian diberangkatkan menggunakan satu unit fire pumper truck beserta peralatan pendukung.

Petugas tiba di lokasi dan segera melakukan pemadaman. Setelah kobaran api berhasil dikendalikan, petugas melanjutkan dengan proses pembasahan untuk memastikan tidak terdapat bara api yang berpotensi menimbulkan kebakaran susulan.

Kebakaran tersebut menghanguskan rumpun bambu dengan luas sekitar 25 × 4 meter. Tidak terdapat laporan mengenai korban jiwa maupun kerusakan bangunan akibat kejadian tersebut.

Dalam penanganan ini, petugas juga berkoordinasi dengan Pusdalops BPBD Jombang, Koramil Peterongan, Polsek Peterongan, perangkat Desa Sumberagung, serta warga sekitar.

Penanganan dinyatakan selesai setelah kondisi lokasi dipastikan aman dan api berhasil dipadamkan.

Kebakaran Kedua Terjadi di Curahmalang Sumobito

Belum berselang lama pada hari yang sama, kejadian serupa kembali terjadi di wilayah Kecamatan Sumobito. Kebakaran terjadi di Dusun Pojok, Desa Curahmalang.

Rumpun bambu yang berada di belakang rumah warga diketahui terbakar pada sore hari. Berdasarkan informasi awal, kebakaran diduga berkaitan dengan sisa pembakaran sampah yang kemudian memicu kobaran api pada rumpun bambu di sekitar lokasi.

Warga yang melihat api segera melakukan upaya pemadaman menggunakan peralatan sederhana. Namun, karena api terus berkembang dan dikhawatirkan merambat menuju permukiman, warga memilih untuk segera melaporkan kejadian tersebut kepada layanan Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Jombang.

Laporan kemudian diterima oleh Pos Damkar Jombang dan langsung ditindaklanjuti. Satu unit fire pumper truck dari Pos Damkar Mojoagung bersama tim diberangkatkan menuju lokasi.

Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan pemadaman terhadap rumpun bambu yang terbakar. Setelah kobaran api berhasil dikendalikan, dilakukan pembasahan secara menyeluruh pada area terdampak guna mengantisipasi munculnya kembali titik api dari bara yang masih tersisa.

Kebakaran tersebut mengakibatkan rumpun bambu dengan luas sekitar 10 × 15 meter terbakar. Api berhasil dipadamkan dan tidak dilaporkan merambat ke bangunan permukiman warga.

Penanganan turut didukung oleh Polsek Sumobito, Koramil Sumobito, Senkom, perangkat desa, serta masyarakat setempat.

Respons Cepat dan Kolaborasi Jadi Kunci

Dua kejadian kebakaran rumpun bambu dalam satu hari tersebut menunjukkan pentingnya kecepatan masyarakat dalam melaporkan kejadian kebakaran. Jarak waktu antara laporan diterima dan keberangkatan petugas menjadi salah satu faktor penting dalam mencegah api berkembang lebih luas.

Selain respons cepat petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan BPBD Kabupaten Jombang, keterlibatan masyarakat, perangkat desa, unsur TNI-Polri, serta relawan turut membantu proses penanganan di lapangan.

Masyarakat juga memiliki peran penting dalam mencegah kebakaran, khususnya di area lahan kering, rumpun bambu, semak, maupun lahan terbuka yang berada dekat dengan rumah penduduk.

Waspada Pembakaran Sampah di Sekitar Lahan Kering

Kedua kejadian tersebut menjadi pengingat bahwa aktivitas pembakaran sampah perlu dilakukan dengan sangat hati-hati. Api yang semula kecil dapat dengan mudah membesar ketika berada di dekat material kering dan mudah terbakar.

Masyarakat diimbau untuk tidak meninggalkan api atau bara pembakaran sampah tanpa pengawasan. Sebelum meninggalkan lokasi, pastikan api benar-benar padam dan tidak menyisakan bara yang dapat kembali menyala.

Apabila menemukan adanya kebakaran dan api mulai sulit dikendalikan, masyarakat diharapkan tidak mengambil risiko dengan melakukan pemadaman sendiri apabila kondisi membahayakan. Segera laporkan kepada petugas agar dapat ditangani secara cepat dan tepat.

Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan BPBD Kabupaten Jombang terus berkomitmen memberikan pelayanan kepada masyarakat dalam penanganan kebakaran maupun kondisi darurat lainnya. Kecepatan informasi, respons petugas, serta kepedulian masyarakat menjadi bagian penting dalam mencegah kebakaran berkembang menjadi bencana yang lebih besar.

Mari bersama menjaga lingkungan, meningkatkan kewaspadaan, dan mencegah kebakaran sejak dini.

#KitajagaALAMjagakita
#tetepsemangatanposambat
#PantangPulangSebelumPadam