Musim kemarau yang melanda Kabupaten Jombang kembali meningkatkan potensi terjadinya kebakaran lahan. Pada Minggu, 2 Agustus 2026, Tim Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan BPBD Kabupaten Jombang berhasil menangani dua kejadian kebakaran lahan yang terjadi di Kecamatan Ngoro dan Kecamatan Peterongan. Berkat respons cepat petugas serta dukungan masyarakat di lokasi, kedua kejadian berhasil dikendalikan sehingga api tidak sempat menjalar ke permukiman warga.
Peristiwa pertama terjadi sekitar pukul 11.30 WIB di Dusun Payakmudil, Desa Rejoagung, Kecamatan Ngoro. Warga melihat kepulan asap dari area lahan tebu, kemudian kobaran api semakin membesar dan menghanguskan lahan tebu berukuran sekitar 20 x 30 meter. Sejumlah warga sempat berusaha memadamkan api menggunakan peralatan seadanya, namun karena kondisi cuaca yang panas dan vegetasi yang kering, kobaran api sulit dikendalikan.
Laporan segera diterima oleh Pos Pemadam Kebakaran Ngoro, yang langsung mengerahkan satu unit fire pumper truck beserta personel menuju lokasi. Setibanya di lokasi, petugas segera melakukan pemadaman dan pembasahan secara menyeluruh untuk menghentikan penyebaran api. Setelah bekerja selama beberapa jam, api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya dan situasi dinyatakan aman. Penanganan ini juga melibatkan unsur Polsek Ngoro, Koramil Ngoro, perangkat desa, serta masyarakat yang turut membantu proses pengamanan lokasi.
Pada hari yang sama, kebakaran kembali terjadi sekitar pukul 17.15 WIB di kawasan Kavling No. 14, Dusun Klagen, Desa Kepuhkembeng, Kecamatan Peterongan. Kebakaran diduga bermula dari aktivitas pembakaran sampah yang dilakukan sembarangan. Kondisi cuaca yang panas disertai hembusan angin menyebabkan api dengan cepat merembet ke lahan kosong seluas kurang lebih 103 x 12 meter yang berada di dekat permukiman warga.
Menerima laporan dari masyarakat melalui Call Center Damkar Jombang, Pos Damkar Mojoagung segera memberangkatkan satu unit fire pumper truck menuju lokasi. Petugas tiba dalam waktu singkat dan langsung melakukan pemadaman serta pembasahan di seluruh area terdampak. Berkat penanganan yang cepat dan terukur, api berhasil dikendalikan sebelum mencapai rumah-rumah warga sehingga potensi kerugian yang lebih besar dapat dihindari.
Kedua kejadian tersebut menjadi pengingat bahwa aktivitas pembakaran sampah maupun pembakaran lahan di musim kemarau memiliki risiko yang sangat tinggi. Vegetasi yang mengering, ditambah tiupan angin, dapat menyebabkan api menyebar dengan cepat dan mengancam keselamatan masyarakat serta lingkungan sekitar.
BPBD Kabupaten Jombang mengimbau seluruh masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sampah maupun lahan secara sembarangan, selalu mengawasi setiap sumber api, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kejadian kebakaran melalui layanan darurat agar dapat ditangani sedini mungkin. Sinergi antara petugas dan masyarakat merupakan kunci utama dalam mencegah kebakaran meluas, sehingga keselamatan jiwa, lingkungan, dan aset masyarakat dapat terus terjaga selama musim kemarau.



