Tim Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Jombang bersama Pusdalops BPBD Kabupaten Jombang kembali menunjukkan kesigapan dalam menangani dua kejadian kebakaran lahan tebu yang terjadi pada Jumat, 14 Agustus 2026. Kedua peristiwa tersebut sama-sama terjadi di area yang berdekatan dengan permukiman warga sehingga berpotensi menimbulkan ancaman yang lebih besar apabila tidak segera ditangani.

Kejadian pertama terjadi pada sore hari di Dusun Pagerwojo, Desa Ngemplak, Kecamatan Jombang. Warga sekitar melihat kobaran api mulai menjalar di area lahan tebu yang berada tidak jauh dari permukiman. Kondisi cuaca yang panas disertai hembusan angin menyebabkan api dengan cepat meluas dan bahkan mendekati dapur rumah warga, sehingga memicu kekhawatiran akan terjadinya kebakaran permukiman.

Menyadari besarnya potensi bahaya, warga segera melaporkan kejadian tersebut kepada Pos Pemadam Kebakaran Jombang. Laporan yang diterima langsung ditindaklanjuti dengan pemberangkatan satu unit Fire Pumper Truck beserta personel menuju lokasi. Setibanya di lokasi, tim segera melakukan pemadaman dan pembasahan pada titik-titik api untuk mencegah bara kembali menyala. Berkat penanganan yang cepat dan terkoordinasi, api berhasil dipadamkan sebelum merambat ke rumah-rumah warga, sehingga situasi dapat dikendalikan dengan aman.

Pada malam harinya, tim kembali menerima laporan kebakaran lahan tebu di Dusun Bandarkedungmulyo, Desa Bandarkedungmulyo, Kecamatan Bandarkedungmulyo. Kebakaran yang menghanguskan sekitar 2.000 meter persegi lahan tebu tersebut juga terjadi sangat dekat dengan kawasan permukiman. Kobaran api yang diperparah oleh angin kencang membuat penyebaran api berlangsung dengan cepat dan meningkatkan risiko terhadap keselamatan warga di sekitar lokasi.

Menanggapi laporan tersebut, Pos Pemadam Kebakaran Jombang bersama Pusdalops BPBD Kabupaten Jombang segera mengerahkan satu unit Fire Pumper Truck dan satu unit Supply Truck lengkap dengan personel menuju lokasi kejadian. Sesampainya di lokasi, petugas langsung melakukan pemadaman secara intensif dan pembasahan menyeluruh guna memastikan tidak ada titik api yang tersisa. Proses penanganan berlangsung hingga dini hari mengingat luasnya area yang terbakar serta perlunya memastikan kondisi benar-benar aman sebelum petugas kembali ke markas.

Dalam penanganan kejadian ini, sinergi berbagai unsur turut mendukung kelancaran operasi, di antaranya Pos Pemadam Kebakaran Jombang, Pusdalops BPBD Kabupaten Jombang, Polsek Bandarkedungmulyo, perangkat desa, serta masyarakat setempat yang ikut membantu memberikan informasi dan pengamanan di sekitar lokasi.

Rangkaian dua kejadian ini menjadi pengingat bahwa memasuki musim kemarau, potensi kebakaran lahan meningkat secara signifikan. Aktivitas sederhana seperti membakar sampah atau sisa tanaman di lahan terbuka dapat dengan mudah memicu kebakaran besar apabila dilakukan tanpa pengawasan, terlebih ketika kondisi angin bertiup cukup kencang.

BPBD Kabupaten Jombang mengimbau seluruh masyarakat agar lebih berhati-hati dalam beraktivitas di sekitar lahan kering maupun area pertanian. Hindari membakar sampah atau sisa tanaman secara sembarangan, pastikan api benar-benar padam setelah digunakan, serta segera laporkan kepada petugas apabila menemukan tanda-tanda kebakaran agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin. Kolaborasi antara masyarakat dan petugas menjadi kunci utama dalam mencegah meluasnya kebakaran serta melindungi keselamatan jiwa, harta benda, dan lingkungan di Kabupaten Jombang.