Banjir luapan kembali terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Jombang setelah hujan dengan intensitas cukup tinggi mengguyur wilayah tersebut sejak sore hingga malam hari. Peristiwa ini terjadi pada Rabu dini hari dan menyebabkan genangan air di beberapa desa yang tersebar di Kecamatan Ploso, Tembelang, hingga Sumobito.

Adapun wilayah yang terdampak banjir luapan meliputi:

1. Dusun Pagerongkal, Desa Pagertanjung, Kecamatan Ploso;

2. Desa Pandanblole, Kecamatan Ploso;

3. Desa Jatigedong, Kecamatan Ploso;

4. Desa Gedongombo, Kecamatan Ploso;

5. Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso;

6. Desa Mojokrapak, Kecamatan Tembelang;

7. Desa Talunkidul, Kecamatan Sumobito.

Genangan air dilaporkan menggenangi halaman rumah warga serta ruas jalan desa, sehingga sempat mengganggu aktivitas masyarakat di sejumlah titik tersebut.

Kejadian ini bermula sejak hujan deras yang mengguyur wilayah Jombang pada sore hari. Curah hujan yang tinggi menyebabkan debit air di saluran drainase meningkat secara signifikan. Puncaknya terjadi pada dini hari, ketika aliran drainase pertanian di wilayah Desa Pandanblole tidak mampu menampung volume air yang berlebih atau mengalami overload. Kondisi tersebut mengakibatkan air meluap dan mengalir ke area permukiman warga serta jalan desa, khususnya di wilayah Dusun Pagerongkal.

Genangan air yang meluas ke beberapa desa lain merupakan dampak dari sistem aliran air yang saling terhubung, sehingga ketika satu titik mengalami kelebihan debit, wilayah di sekitarnya juga turut terdampak. Hal ini menjadi perhatian penting dalam pengelolaan drainase dan saluran air, terutama saat menghadapi intensitas hujan yang tinggi.

Mengetahui kondisi tersebut, warga segera melaporkan kejadian kepada Pusdalops BPBD Kabupaten Jombang. Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti dengan cepat oleh petugas melalui koordinasi dengan pimpinan, kemudian dilanjutkan dengan pemberangkatan tim ke lokasi untuk melakukan assessment dan pemantauan kondisi di lapangan.

Setibanya di lokasi, tim melakukan kaji cepat serta berkoordinasi dengan perangkat desa setempat guna memastikan kondisi terkini dan menentukan langkah penanganan yang diperlukan. Selain itu, pemantauan juga dilakukan untuk memastikan tidak ada potensi dampak lanjutan yang dapat membahayakan masyarakat.

Seiring berjalannya waktu, genangan air di seluruh wilayah terdampak berangsur surut dan dilaporkan telah surut total pada Sabtu, 28 Maret 2026. Kondisi ini memungkinkan aktivitas masyarakat kembali berjalan normal seperti biasa.

Dalam penanganan kejadian ini, BPBD Kabupaten Jombang melalui Pusdalops bekerja sama dengan perangkat desa serta masyarakat setempat. Peran aktif warga dalam melaporkan kejadian serta koordinasi yang baik antar pihak menjadi faktor penting dalam percepatan penanganan di lapangan.

BPBD Kabupaten Jombang mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir luapan, terutama saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi dalam waktu yang cukup lama. Selain itu, penting bagi masyarakat untuk menjaga kebersihan saluran air dan drainase agar tidak terjadi penyumbatan yang dapat memperparah kondisi saat debit air meningkat.

Kejadian ini menjadi pengingat bahwa kesiapsiagaan dan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat merupakan kunci utama dalam menghadapi bencana hidrometeorologi, sehingga dampak yang ditimbulkan dapat diminimalkan dan keselamatan bersama tetap terjaga.