Hujan dengan intensitas sangat tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Jombang pada Kamis malam, 19 Februari 2026, menyebabkan terjadinya banjir luapan di Desa Perak, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang. Debit air sungai yang meningkat secara signifikan akibat curah hujan tinggi mengakibatkan air meluap dan menggenangi akses jalan desa.

Peristiwa ini bermula ketika hujan deras turun merata di sejumlah wilayah Kabupaten Jombang sejak sore hari. Intensitas hujan yang tinggi dalam durasi cukup lama membuat kapasitas sungai tidak mampu menampung debit air yang terus bertambah. Kenaikan permukaan air berlangsung cepat hingga akhirnya meluap ke area sekitar, termasuk badan jalan desa yang menjadi akses utama aktivitas warga.

Genangan air yang menutup ruas jalan sempat mengganggu mobilitas masyarakat. Warga yang hendak melintas harus lebih berhati-hati karena kondisi jalan tertutup air dengan arus yang cukup deras di beberapa titik. Meskipun tidak sampai memasuki permukiman warga, luapan air ini tetap menimbulkan kewaspadaan karena berpotensi berkembang apabila hujan tidak segera mereda.

Menyadari kondisi tersebut, warga segera melaporkan kejadian kepada Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalop-PB) Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Jombang. Laporan yang diterima langsung ditindaklanjuti dengan koordinasi cepat kepada pimpinan serta personel BPBD yang berada di sekitar lokasi untuk melakukan assessment lapangan.

Tim melakukan pemantauan terhadap tinggi muka air, kondisi arus, serta potensi dampak lanjutan yang mungkin terjadi. Selain itu, komunikasi intensif juga dilakukan untuk memastikan situasi tetap terkendali dan tidak berkembang menjadi kondisi darurat yang lebih luas.

Berdasarkan hasil assessment, banjir yang terjadi merupakan banjir luapan akibat peningkatan debit air sungai dan bukan disebabkan oleh tanggul jebol atau kerusakan infrastruktur lainnya. Setelah hujan mulai mereda, debit air sungai perlahan menurun dan genangan di badan jalan berangsur surut hingga akhirnya kembali normal.

Kondisi terkini dilaporkan telah aman dan genangan air di jalan desa sudah surut total. Aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan seperti biasa. Tidak terdapat laporan korban jiwa maupun kerusakan signifikan akibat kejadian tersebut.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa intensitas hujan tinggi dalam waktu singkat dapat memicu kenaikan debit air sungai secara drastis, terutama di wilayah yang memiliki aliran sungai melintasi kawasan permukiman dan akses jalan. Kesiapsiagaan masyarakat dalam melaporkan kejadian secara cepat menjadi faktor penting dalam memastikan penanganan dan pemantauan dapat dilakukan sedini mungkin.

BPBD Kabupaten Jombang terus mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, khususnya pada musim penghujan. Pemantauan kondisi sungai, menjaga kebersihan saluran air, serta meningkatkan koordinasi antarwarga menjadi langkah preventif yang dapat meminimalisir risiko dampak banjir luapan di kemudian hari.

Komitmen untuk menjaga keselamatan bersama terus ditegaskan melalui respons cepat dan koordinasi yang solid. Karena dalam setiap kejadian, sekecil apa pun dampaknya, keselamatan dan ketenangan masyarakat tetap menjadi prioritas utama.