Rangkaian kegiatan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di SMKN Mojoagung, Desa Miagan, Kabupaten Jombang memasuki hari kedua pada Kamis, 12 Februari 2026 dengan fokus pada praktik lapangan dan simulasi bencana. Jika pada hari pertama peserta mendapatkan penguatan materi dan pemahaman konseptual, maka di hari kedua para siswa dan tenaga pendidik diajak untuk mengimplementasikan langsung ilmu yang telah diperoleh.

Pada Rabu, 11 Februari 2026, kegiatan diawali dengan sosialisasi dan pembentukan SPAB yang melibatkan BPBD Kabupaten Jombang, BPBD Provinsi Jawa Timur, DPRD Komisi A Jawa Timur, SRPB Jawa Timur, serta SMKN Mojoagung. Hari pertama diisi dengan registrasi peserta, pembukaan resmi, penyampaian materi SPAB, pembekalan pertolongan pertama, pengenalan MOSIPENA, serta penyusunan kajian risiko bencana di lingkungan sekolah. Tahapan ini menjadi fondasi penting dalam membangun kesadaran risiko serta sistem kesiapsiagaan berbasis satuan pendidikan.

Memasuki hari kedua, kegiatan difokuskan pada Sosialisasi dan Simulasi Bencana Gempa Bumi serta Kebakaran. Pelaksanaan kegiatan melibatkan PUSDALOPS–PB BPBD Jombang, Pos Damkar Mojoagung, BPBD Provinsi Jawa Timur, SRPB Jawa Timur, serta pihak sekolah. Kolaborasi lintas sektor ini memastikan bahwa simulasi berjalan sesuai prosedur dan standar keselamatan.

Kegiatan dimulai dengan sosialisasi mengenai gempa bumi, mencakup pemahaman penyebab gempa, potensi dampak, serta langkah penyelamatan diri yang benar. Setelah itu, dilakukan persiapan skenario simulasi yang menggambarkan kondisi darurat nyata di lingkungan sekolah. Saat simulasi berlangsung, siswa mempraktikkan prosedur perlindungan diri dan evakuasi menuju titik kumpul yang telah ditentukan.

Selanjutnya, peserta menerima sosialisasi mengenai bahaya kebakaran serta langkah pencegahan dan penanganan awal. Dalam sesi praktik, siswa berkesempatan mencoba simulasi pemadaman api, baik menggunakan metode tradisional maupun alat pemadam api ringan (APAR). Pendampingan langsung dari petugas Damkar memberikan pengalaman nyata sekaligus meningkatkan rasa percaya diri peserta dalam menghadapi situasi darurat.

Rangkaian kegiatan dua hari ini menegaskan bahwa SPAB bukan sekadar program sosialisasi, melainkan upaya nyata membangun sekolah yang tangguh, siap, dan responsif terhadap potensi bencana. Dengan pemahaman teori yang kuat di hari pertama serta praktik langsung di hari kedua, diharapkan seluruh warga sekolah memiliki kesiapsiagaan yang terstruktur dan berkelanjutan.

Melalui program ini, BPBD Kabupaten Jombang bersama seluruh mitra berkomitmen mendorong terbentuknya budaya sadar bencana di lingkungan pendidikan, demi menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga tangguh dalam menghadapi berbagai risiko di masa depan.