Ancaman tidak selalu datang dari bencana besar. Di lingkungan permukiman, keberadaan satwa liar seperti tawon vespa dapat menjadi potensi bahaya serius bagi masyarakat. Kondisi inilah yang mendorong jajaran Pemadam Kebakaran dan Penyelamat Kabupaten Jombang melakukan serangkaian penanganan evakuasi sarang tawon di beberapa lokasi berbeda dalam satu hari, Senin, 9 Februari 2026.

Laporan pertama berasal dari wilayah Desa Plosokerep, Kecamatan Sumobito serta Dusun Mojolegi, Desa Dukuhmojo, Kecamatan Mojoagung, di mana sarang tawon ditemukan berada di bagian atas bangunan rumah warga. Keberadaan sarang tersebut menimbulkan keresahan karena dikhawatirkan tawon dapat menyerang penghuni rumah maupun warga yang beraktivitas di sekitar lokasi. Mengingat karakter tawon vespa yang agresif apabila merasa terancam, perangkat desa setempat segera berkoordinasi dengan petugas guna mencegah risiko yang lebih besar.

Tidak berhenti di situ, laporan serupa juga diterima dari wilayah perkotaan, tepatnya di Jl. Kapten Tendean, Kecamatan Jombang, serta Dusun Kedaton, Desa Bulurejo, Kecamatan Diwek. Pada lokasi ini, sarang tawon berada di titik yang cukup tinggi sehingga memerlukan penanganan khusus dengan dukungan peralatan teknis untuk menjangkau area tersebut secara aman.

Masih di hari yang sama, kejadian lainnya tercatat di Dusun Klagen, Desa Karanglo, Kecamatan Mojowarno, di mana sarang tawon ditemukan berada di atas kandang milik warga. Warga setempat sempat berupaya melakukan penanganan mandiri, namun urung dilakukan karena risiko sengatan yang dapat membahayakan keselamatan.

Menindaklanjuti seluruh laporan tersebut, tim dari Pos Damkar Mojoagung, Pos Damkar Jombang, serta Pos Damkar Ngoro dikerahkan menuju lokasi masing-masing dengan perlengkapan evakuasi lengkap, termasuk unit operasional seperti fire pumper truck dan skylift truck pada titik yang membutuhkan jangkauan ketinggian. Petugas melakukan pengamanan area terlebih dahulu guna memastikan warga berada pada jarak aman sebelum proses evakuasi dilakukan.

Dengan teknik penanganan khusus sarang tawon, petugas berhasil mengevakuasi seluruh sarang yang berpotensi membahayakan tanpa menimbulkan korban. Sinergi antara petugas, perangkat desa, dan warga setempat turut membantu kelancaran proses penanganan di lapangan.

Seluruh rangkaian operasi berjalan aman dan terkendali, dan kondisi lingkungan di masing-masing lokasi telah dinyatakan aman. Kejadian ini menjadi pengingat bahwa ancaman di lingkungan permukiman tidak hanya berasal dari faktor alam berskala besar, tetapi juga dari potensi bahaya biologis seperti serangga berbahaya.

Petugas mengimbau masyarakat agar tidak melakukan penanganan sarang tawon secara mandiri dan segera melapor kepada petugas berwenang apabila menemukan kondisi serupa, guna menghindari risiko sengatan yang dapat berdampak fatal. Kehadiran layanan penyelamatan ini menjadi wujud komitmen dalam menjaga keselamatan masyarakat dari berbagai potensi bahaya di lingkungan sekitar.