Komitmen BPBD Kabupaten Jombang dalam menanamkan budaya sadar bencana kepada generasi muda kembali diwujudkan melalui pelaksanaan Sosialisasi dan Pelatihan Penanggulangan Bencana dan Kebakaran yang digelar secara serentak di lima satuan pendidikan pada Kamis (16/7/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sekaligus menjadi langkah nyata dalam membangun karakter peserta didik yang tangguh, peduli terhadap keselamatan, serta siap menghadapi berbagai potensi bencana di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Pelatihan dilaksanakan di SD Negeri 1 Plosogeneng, SMP ABA (Aisyiyah Brilliant Academy), SMK Pancasila Mojowarno, SMK Patriot Peterongan, dan SMK Wijaya Ngoro. Seluruh kegiatan dipandu oleh Unit Operasi Pusdalops PB BPBD Kabupaten Jombang bersama Tim Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, yang memberikan materi secara interaktif melalui kombinasi penyampaian teori, demonstrasi, hingga praktik langsung di lapangan.
Setiap kegiatan diawali dengan pembukaan oleh pihak sekolah sebagai bentuk sinergi antara dunia pendidikan dan pemerintah daerah dalam meningkatkan kesiapsiagaan bencana. Selanjutnya, para peserta mendapatkan materi mengenai berbagai jenis bencana yang berpotensi terjadi di wilayah Kabupaten Jombang beserta langkah-langkah mitigasi yang dapat dilakukan sejak dini. Para siswa dikenalkan pada pentingnya memahami risiko bencana, mengenali jalur evakuasi, menjaga ketenangan saat terjadi keadaan darurat, hingga peran setiap individu dalam membantu proses penyelamatan.
Selain materi kebencanaan, peserta juga memperoleh edukasi mengenai bahaya kebakaran. Tim Pemadam Kebakaran menjelaskan penyebab umum terjadinya kebakaran, cara mencegah munculnya sumber api, serta tindakan pertama yang harus dilakukan ketika terjadi kebakaran di rumah, sekolah, maupun lingkungan sekitar. Melalui sesi praktik, para siswa diperlihatkan teknik penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), prosedur evakuasi yang benar, hingga simulasi penanganan kebakaran sehingga mereka memperoleh pengalaman belajar yang lebih nyata dan mudah dipahami.
Khusus di SMK Patriot Peterongan dan SMP ABA (Aisyiyah Brilliant Academy), materi pelatihan juga dilengkapi dengan edukasi mengenai hewan berbisa dan berbahaya. Dalam sesi ini, peserta dikenalkan pada berbagai jenis hewan yang berpotensi membahayakan keselamatan, cara menghindari kontak langsung, tindakan yang harus dilakukan apabila menemukan hewan liar, serta langkah pertolongan pertama apabila terjadi insiden. Materi tambahan tersebut menjadi bekal penting bagi siswa untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi risiko yang ada di lingkungan sekitar.
Suasana pelatihan berlangsung penuh antusiasme. Para siswa tidak hanya menyimak materi yang disampaikan, tetapi juga aktif mengikuti sesi tanya jawab, praktik lapangan, serta simulasi penanganan keadaan darurat. Tingginya partisipasi peserta menunjukkan bahwa edukasi kebencanaan dapat disampaikan dengan cara yang menarik, interaktif, dan mudah dipahami oleh pelajar dari berbagai jenjang pendidikan.
Melalui kegiatan ini, BPBD Kabupaten Jombang berharap para peserta didik tidak hanya memahami teori mengenai kebencanaan, tetapi juga memiliki keterampilan dasar untuk melindungi diri sendiri dan membantu orang lain ketika menghadapi situasi darurat. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat diterapkan tidak hanya di lingkungan sekolah, tetapi juga di rumah dan di tengah masyarakat sehingga tercipta budaya kesiapsiagaan yang semakin kuat.
BPBD Kabupaten Jombang akan terus memperluas jangkauan edukasi kebencanaan kepada seluruh lapisan masyarakat, khususnya kalangan pelajar sebagai generasi penerus bangsa. Dengan kolaborasi yang baik antara pemerintah, sekolah, tenaga pendidik, dan masyarakat, diharapkan lahir generasi yang memiliki kepedulian tinggi terhadap keselamatan, mampu mengenali risiko sejak dini, serta menjadi pelopor dalam mewujudkan lingkungan yang aman, tangguh, dan siap menghadapi berbagai ancaman bencana.








