Dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat sejak usia dini, khususnya di lingkungan pendidikan, BPBD Kabupaten Jombang melalui Unit Operasi PUSDALOPS PB bersama personel Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan kembali melaksanakan rangkaian kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan Penanggulangan Bencana dan Kebakaran di sejumlah sekolah pada Jumat, 17 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen BPBD Kabupaten Jombang dalam membangun budaya sadar bencana serta memperkuat kemampuan masyarakat menghadapi berbagai potensi keadaan darurat.

Pada hari tersebut, kegiatan dilaksanakan secara serentak di lima lembaga pendidikan, yakni MI Darul Ulum Mojosongo Kecamatan Diwek, SMP Negeri 2 Kabuh, SMK Unggulan NU Mojoagung, SMK Dwija Bhakti 2 Jombang, serta SMK Khoiriyah Sumobito. Melalui kegiatan ini, ratusan peserta didik mengikuti materi edukasi, praktik lapangan, hingga simulasi penanganan bencana yang dikemas secara interaktif agar mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh pihak sekolah masing-masing, dilanjutkan dengan penyampaian materi mengenai manajemen risiko bencana, pengenalan berbagai jenis bencana yang berpotensi terjadi di lingkungan sekitar, serta langkah-langkah mitigasi yang harus dilakukan sebelum, saat, dan setelah terjadi bencana. Para peserta juga memperoleh pemahaman mengenai pentingnya membangun budaya kesiapsiagaan sejak dini sebagai bagian dari upaya mengurangi risiko bencana.

Selain materi kebencanaan, tim BPBD Kabupaten Jombang juga memberikan edukasi mengenai pencegahan bahaya kebakaran. Peserta dikenalkan pada penyebab umum terjadinya kebakaran, cara mencegah kebakaran di rumah maupun di lingkungan sekolah, serta prosedur pelaporan apabila menemukan kejadian kebakaran. Penyampaian materi tidak hanya dilakukan melalui penjelasan di dalam ruangan, tetapi juga dilengkapi dengan praktik langsung sehingga para siswa dapat memahami teknik penanganan awal secara lebih efektif.

Pada beberapa sekolah, peserta juga mendapatkan tambahan materi mengenai penanganan hewan berbisa dan berbahaya yang kerap dijumpai di lingkungan masyarakat. Materi ini memberikan bekal kepada siswa mengenai cara mengenali potensi ancaman, langkah penyelamatan diri, serta tindakan yang harus dilakukan apabila terjadi keadaan darurat akibat gangguan hewan berbisa.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Para siswa aktif mengikuti sesi tanya jawab, berdiskusi dengan petugas, hingga berpartisipasi dalam berbagai simulasi yang telah disiapkan. Melalui metode pembelajaran yang komunikatif dan aplikatif, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teori, tetapi juga pengalaman praktik yang dapat menjadi bekal ketika menghadapi kondisi darurat di lingkungan sekolah maupun tempat tinggal.

Kegiatan sosialisasi dan pelatihan ini merupakan salah satu bentuk nyata upaya BPBD Kabupaten Jombang dalam memperluas edukasi kebencanaan kepada seluruh lapisan masyarakat, khususnya generasi muda sebagai agen perubahan. Dengan meningkatnya pemahaman mengenai mitigasi bencana dan pencegahan kebakaran, diharapkan akan tumbuh budaya tanggap, peduli, dan siap siaga sehingga risiko serta dampak bencana dapat diminimalkan.

Melalui sinergi antara BPBD Kabupaten Jombang dan dunia pendidikan, diharapkan tercipta lingkungan sekolah yang lebih aman, tangguh, dan memiliki kemampuan untuk merespons setiap potensi bencana secara cepat, tepat, dan terkoordinasi. Edukasi yang diberikan sejak dini menjadi investasi penting dalam mewujudkan masyarakat Kabupaten Jombang yang semakin sadar akan pentingnya keselamatan, kesiapsiagaan, dan ketangguhan menghadapi berbagai ancaman bencana.