Sebagai upaya meningkatkan keselamatan kerja dan kesiapsiagaan terhadap potensi keadaan darurat di lingkungan proyek yang berdekatan dengan perairan, BPBD Kabupaten Jombang melalui Tim Pusdalops-PB bekerja sama dengan PT Wijaya Karya (WIKA) menyelenggarakan kegiatan Pelatihan dan Simulasi Keadaan Darurat Pekerjaan di Dekat Perairan (Water Rescue) pada Kamis, 9 Juli 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di lokasi Proyek Rehabilitasi Bendung Jatimlerek, Desa Sudimoro, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang.
Kegiatan ini diikuti oleh para pekerja proyek serta personel terkait yang memiliki peran penting dalam mendukung keselamatan kerja di area konstruksi. Mengingat pekerjaan yang dilakukan berada di lingkungan perairan, risiko kecelakaan seperti terpeleset, terjatuh ke sungai, terseret arus, maupun kondisi darurat lainnya perlu diantisipasi melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia yang terlibat di lapangan.
Acara diawali dengan pembukaan dan sambutan dari Supervisor BPBD Kabupaten Jombang yang menyampaikan pentingnya membangun budaya sadar risiko di lingkungan kerja. Dalam sambutannya, peserta diajak untuk memahami bahwa keselamatan kerja bukan hanya tanggung jawab individu, melainkan menjadi tanggung jawab bersama yang harus diterapkan dalam setiap aktivitas pekerjaan.
Selanjutnya, peserta menerima materi mengenai penanggulangan bencana yang meliputi pengenalan potensi ancaman di lokasi kerja, langkah-langkah mitigasi risiko, prosedur tanggap darurat, serta pentingnya koordinasi saat menghadapi situasi krisis. Materi tersebut diberikan untuk memperkuat pemahaman peserta terhadap berbagai kemungkinan yang dapat terjadi selama pelaksanaan pekerjaan di lapangan.
Tidak hanya mendapatkan pembekalan teori, peserta juga mengikuti sesi praktik Water Rescue yang menjadi salah satu materi utama dalam kegiatan ini. Dalam sesi tersebut, tim BPBD Kabupaten Jombang memberikan demonstrasi dan pelatihan mengenai teknik dasar penyelamatan korban di perairan, penggunaan alat keselamatan, metode evakuasi yang aman, hingga langkah-langkah pertolongan awal terhadap korban kecelakaan di air. Peserta diberikan kesempatan untuk mempraktikkan secara langsung teknik-teknik penyelamatan sehingga mampu memahami prosedur yang benar saat menghadapi kondisi darurat.
Untuk mengukur kesiapan peserta, kegiatan dilanjutkan dengan simulasi penanggulangan bencana dan penyelamatan di air yang dirancang menyerupai situasi nyata di lingkungan proyek. Simulasi tersebut melibatkan berbagai skenario kedaruratan yang memungkinkan peserta berlatih mengambil keputusan cepat, melakukan koordinasi tim, serta melaksanakan proses evakuasi secara efektif dan aman. Melalui simulasi ini, peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga memperoleh pengalaman praktis dalam menghadapi kondisi darurat yang berpotensi terjadi sewaktu-waktu.
Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi evaluasi yang bertujuan untuk mengukur pemahaman peserta sekaligus memberikan masukan terhadap pelaksanaan simulasi. Evaluasi menjadi bagian penting untuk memastikan bahwa seluruh materi yang disampaikan dapat dipahami dan diterapkan dalam lingkungan kerja sehari-hari.
Melalui pelaksanaan pelatihan dan simulasi ini, BPBD Kabupaten Jombang bersama PT WIKA berharap dapat meningkatkan kompetensi para pekerja dalam menghadapi keadaan darurat, khususnya yang berkaitan dengan risiko pekerjaan di sekitar perairan. Kegiatan ini juga menjadi bentuk komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, tangguh, dan siap menghadapi berbagai potensi bencana maupun kecelakaan kerja, sehingga keselamatan seluruh pekerja dapat terjaga secara optimal.


