Dalam upaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat terhadap berbagai potensi ancaman di lingkungan sekitar, BPBD Kabupaten Jombang melalui Tim Pusdalops PB bersama Pos Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Jombang melaksanakan kegiatan Sosialisasi dan Simulasi Penanggulangan Bencana, Pencegahan Bahaya Kebakaran, serta Penanganan Hewan Berbisa kepada masyarakat Kelurahan Kaliwungu, Kecamatan Jombang, pada Jumat (14/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Jl. Halmahera No. 2, Kelurahan Kaliwungu ini dimulai pada pukul 19.30 WIB hingga 21.30 WIB. Meski dilaksanakan pada malam hari, antusiasme warga terlihat sangat tinggi. Peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh perhatian, menunjukkan besarnya kepedulian masyarakat terhadap pentingnya pengetahuan dan keterampilan dalam menghadapi situasi darurat.

Acara diawali dengan sambutan dari Lurah Kaliwungu yang sekaligus membuka kegiatan secara resmi. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi kepada BPBD Kabupaten Jombang beserta jajaran Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan yang terus aktif hadir di tengah masyarakat melalui berbagai program edukasi. Menurutnya, kegiatan semacam ini menjadi langkah strategis untuk membangun budaya sadar bencana dan meningkatkan kemampuan warga dalam melakukan tindakan awal sebelum bantuan datang.

Selanjutnya, Tim Pusdalops BPBD Kabupaten Jombang memberikan materi mengenai dasar-dasar penanggulangan bencana. Peserta dikenalkan dengan berbagai jenis bencana yang berpotensi terjadi di wilayah Kabupaten Jombang, mulai dari kebakaran, angin kencang, banjir, hingga kondisi darurat lainnya. Selain memahami karakteristik bencana, masyarakat juga diberikan pemahaman mengenai langkah-langkah mitigasi, pentingnya kesiapsiagaan keluarga, serta tindakan yang harus dilakukan untuk meminimalkan risiko dan dampak apabila terjadi keadaan darurat.

Materi berikutnya disampaikan oleh personel Pos Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Jombang mengenai pengetahuan dasar kebakaran. Dalam sesi ini dijelaskan berbagai penyebab kebakaran yang sering terjadi di lingkungan permukiman, seperti korsleting listrik, kebocoran gas, pembakaran sampah yang tidak diawasi, maupun kelalaian dalam penggunaan peralatan rumah tangga. Tim juga mengedukasi peserta mengenai langkah-langkah pencegahan kebakaran, pentingnya menjaga instalasi listrik tetap aman, serta bagaimana melakukan tindakan awal yang tepat apabila menemukan titik api agar tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar.

Tidak hanya membahas kebencanaan dan kebakaran, kegiatan ini juga menghadirkan materi mengenai penanganan hewan berbisa. Materi tersebut memberikan wawasan kepada masyarakat tentang jenis-jenis hewan berbisa yang kerap ditemukan di lingkungan permukiman, seperti ular, kalajengking, maupun serangga tertentu. Warga dibekali pengetahuan mengenai cara mengenali potensi bahaya, langkah penanganan yang aman, serta pentingnya tidak melakukan tindakan berisiko yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain ketika berhadapan dengan hewan berbisa.

Suasana kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab dan evaluasi. Berbagai pertanyaan disampaikan peserta, mulai dari cara mencegah kebakaran akibat pembakaran sampah, langkah penyelamatan saat terjadi bencana, hingga prosedur melaporkan kejadian darurat kepada BPBD dan Pemadam Kebakaran. Seluruh pertanyaan dijawab secara rinci oleh narasumber sehingga peserta memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, BPBD Kabupaten Jombang berharap masyarakat tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga mampu menjadi pelopor kesiapsiagaan di lingkungan masing-masing. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga potensi risiko bencana, kebakaran, maupun kejadian yang melibatkan hewan berbisa dapat diminimalkan sedini mungkin.

BPBD Kabupaten Jombang berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan edukasi kepada seluruh lapisan masyarakat sebagai bagian dari upaya membangun budaya sadar bencana. Sinergi antara pemerintah, petugas penanggulangan bencana, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman, tangguh, dan siap menghadapi berbagai kondisi darurat. Dengan meningkatnya pengetahuan serta kesadaran masyarakat, diharapkan setiap individu mampu berperan aktif dalam melindungi diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitar dari berbagai potensi ancaman bencana.