Dalam rangka membangun masyarakat yang tangguh dan siap menghadapi berbagai potensi bencana, BPBD Kabupaten Jombang melalui Pusdalops BPBD Jombang bersama Pos Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Jombang menyelenggarakan kegiatan Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan dalam Bidang KRIDA Pencegahan dan Penanggulangan Bencana (PPB) pada Jumat, 3 Juli 2026, pukul 08.00 hingga 11.00 WIB.

Kegiatan yang berlangsung di Jl. KH. Wahid Hasyim No. 141, Kepanjen, Kecamatan Jombang ini menjadi salah satu bentuk komitmen BPBD Kabupaten Jombang dalam meningkatkan kapasitas masyarakat, khususnya generasi muda, agar memiliki pengetahuan, keterampilan, serta kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi darurat akibat bencana maupun kebakaran.

Pelatihan diawali dengan penyampaian materi mengenai dasar-dasar penanggulangan bencana. Peserta diberikan pemahaman tentang berbagai jenis bencana yang berpotensi terjadi, langkah-langkah mitigasi yang dapat dilakukan, serta pentingnya membangun budaya sadar bencana sejak dini. Materi tersebut dikemas secara interaktif sehingga peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengidentifikasi tindakan yang harus dilakukan ketika menghadapi kondisi darurat.

Selanjutnya, tim instruktur memberikan edukasi mengenai bahaya kebakaran beserta upaya pencegahannya. Peserta dikenalkan pada penyebab umum terjadinya kebakaran, cara mengurangi risiko di lingkungan sekitar, serta prosedur keselamatan yang harus diterapkan apabila terjadi insiden kebakaran. Pengetahuan ini diharapkan mampu meningkatkan kewaspadaan sekaligus mendorong terciptanya lingkungan yang lebih aman.

Tidak berhenti pada penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung yang menjadi bagian penting dalam pelatihan KRIDA PPB. Peserta memperoleh kesempatan untuk mempraktikkan teknik pemadaman api menggunakan metode yang benar, melakukan simulasi evakuasi darurat sesuai prosedur keselamatan, serta mempelajari Resusitasi Jantung Paru (RJP) sebagai keterampilan dasar dalam memberikan pertolongan pertama kepada korban henti napas maupun henti jantung sebelum tenaga medis tiba di lokasi.

Melalui praktik lapangan tersebut, peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga memperoleh pengalaman nyata dalam menghadapi simulasi keadaan darurat. Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan diri peserta sehingga mampu bertindak cepat, tepat, dan aman apabila suatu saat dihadapkan pada kondisi darurat yang sebenarnya.

BPBD Kabupaten Jombang berharap kegiatan peningkatan kapasitas seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya membangun budaya kesiapsiagaan di tengah masyarakat. Dengan semakin banyak individu yang memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar dalam penanggulangan bencana, pencegahan bahaya kebakaran, evakuasi darurat, hingga pertolongan pertama, diharapkan risiko korban jiwa maupun kerugian akibat bencana dapat diminimalkan serta terwujud masyarakat Kabupaten Jombang yang semakin tangguh, sigap, dan siap menghadapi berbagai ancaman bencana.