Sebagai upaya meningkatkan budaya sadar bencana sejak usia sekolah, BPBD Kabupaten Jombang melalui Tim Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Pos Jombang bersama Unit Operasi PUSDALOPS PB kembali melaksanakan kegiatan Sosialisasi Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran serta Penanganan Hewan Berbahaya kepada siswa-siswi SMK Islam Mbah Bolong, Desa Watugaluh, Kecamatan Diwek, pada Sabtu (18/7/2026). Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 07.30 WIB hingga 11.30 WIB ini menjadi bagian dari komitmen BPBD dalam membentuk generasi muda yang memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai potensi keadaan darurat.

Kegiatan diawali dengan sambutan dari pihak sekolah yang menyampaikan apresiasi atas kehadiran BPBD Kabupaten Jombang dalam memberikan edukasi kepada para peserta didik. Melalui kegiatan ini, sekolah berharap para siswa tidak hanya memahami materi secara teori, tetapi juga mampu menerapkan langkah-langkah yang benar ketika menghadapi situasi kebakaran maupun ancaman dari hewan berbahaya di lingkungan sekitar.

Memasuki sesi utama, para personel BPBD memberikan pemaparan mengenai penyebab kebakaran yang sering terjadi, langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan di rumah maupun di lingkungan sekolah, serta tindakan pertama yang harus dilakukan apabila menemukan tanda-tanda kebakaran. Materi disampaikan secara komunikatif dan interaktif sehingga mudah dipahami oleh para siswa. Berbagai contoh kasus juga disampaikan sebagai gambaran nyata agar peserta semakin memahami pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran.

Selain materi mengenai kebakaran, peserta juga mendapatkan edukasi mengenai penanganan hewan berbahaya yang kerap ditemukan di lingkungan permukiman, seperti ular dan hewan liar lainnya. Tim menjelaskan cara mengenali potensi bahaya, tindakan yang harus dilakukan ketika berhadapan dengan hewan berbahaya, serta pentingnya tidak melakukan penanganan secara sembarangan yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Para siswa juga diimbau untuk segera menghubungi petugas apabila menemukan kondisi yang memerlukan penanganan khusus.

Agar pembelajaran lebih efektif, kegiatan dilanjutkan dengan sesi praktik lapangan. Para siswa diberi kesempatan untuk mempraktikkan teknik pemadaman api menggunakan alat pemadam sederhana atau tradisional di bawah pendampingan langsung dari personel Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan. Praktik ini bertujuan memberikan pengalaman nyata kepada peserta mengenai cara mengendalikan api pada tahap awal secara aman dan benar sebelum kebakaran berkembang menjadi lebih besar.

Tidak hanya itu, tim juga memberikan demonstrasi mengenai teknik penanganan hewan berbahaya menggunakan peralatan khusus yang biasa digunakan oleh petugas di lapangan. Demonstrasi ini mendapat perhatian besar dari para siswa karena memberikan wawasan baru mengenai tugas-tugas penyelamatan yang dilakukan oleh personel BPBD dan Pemadam Kebakaran.

Selama kegiatan berlangsung, para siswa menunjukkan antusiasme yang tinggi. Berbagai pertanyaan diajukan dalam sesi diskusi, mulai dari cara mencegah kebakaran akibat korsleting listrik, penggunaan alat pemadam api ringan (APAR), hingga prosedur pelaporan ketika menemukan ular atau hewan berbahaya di lingkungan sekitar. Interaksi aktif tersebut menunjukkan meningkatnya kepedulian peserta terhadap pentingnya kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh personel Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Pos Jombang bersama Unit Operasi PUSDALOPS PB BPBD Kabupaten Jombang sebagai bagian dari program edukasi kebencanaan yang terus digencarkan kepada masyarakat, khususnya di lingkungan pendidikan. Melalui pendekatan edukatif dan praktik langsung, diharapkan para siswa mampu menjadi agen perubahan yang dapat menyebarkan pengetahuan mengenai keselamatan kepada keluarga maupun lingkungan sekitarnya.

BPBD Kabupaten Jombang terus berkomitmen memperluas jangkauan edukasi kebencanaan ke berbagai sekolah sebagai langkah nyata membangun masyarakat yang lebih tangguh terhadap bencana. Dengan bekal pengetahuan, keterampilan, dan kesiapsiagaan yang diberikan sejak dini, diharapkan generasi muda mampu mengambil tindakan yang tepat saat menghadapi kondisi darurat sekaligus berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang aman, peduli, dan siap menghadapi berbagai potensi bencana.