Dalam upaya memperkuat budaya keselamatan kerja sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana, BPBD Kabupaten Jombang melalui Unit Pusdalops PB bersama Personel Pos Pemadam Kebakaran Ploso menggelar Sosialisasi Penanggulangan Bencana dan Pencegahan Bahaya Kebakaran bagi karyawan CV. Berkah Farm Sejahtera di Desa Bangsri, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang, pada Sabtu, 4 Juli 2026, mulai pukul 08.00 hingga 13.00 WIB.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen BPBD Kabupaten Jombang dalam membangun ketangguhan masyarakat, termasuk di sektor dunia usaha, melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia agar mampu mengenali risiko, melakukan tindakan pencegahan, serta memberikan respons yang cepat dan tepat ketika terjadi keadaan darurat. Lingkungan kerja yang aman tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan sarana keselamatan, tetapi juga oleh pengetahuan dan keterampilan setiap individu dalam menghadapi berbagai potensi ancaman.

Acara diawali dengan pembukaan yang dilanjutkan sambutan dari pihak CV. Berkah Farm Sejahtera, yang menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan edukatif tersebut. Dalam sambutannya, pihak perusahaan menegaskan pentingnya sinergi dengan pemerintah dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan tangguh terhadap bencana.

Selanjutnya, perwakilan BPBD Kabupaten Jombang memberikan sambutan sekaligus mengajak seluruh peserta untuk menjadikan keselamatan sebagai budaya yang diterapkan dalam aktivitas sehari-hari. Peserta diberikan pemahaman bahwa kesiapsiagaan bukan hanya menjadi tanggung jawab petugas penanggulangan bencana, tetapi juga merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat, termasuk pelaku usaha dan para pekerja.

Memasuki sesi utama, peserta mendapatkan materi mengenai Manajemen Risiko Bencana di Lingkungan Kerja, yang membahas cara mengenali potensi bahaya, melakukan penilaian risiko, hingga menyusun langkah-langkah mitigasi agar dampak bencana dapat diminimalkan. Materi ini memberikan wawasan mengenai pentingnya identifikasi risiko sejak dini sehingga setiap pekerja mampu mengambil keputusan yang tepat saat menghadapi situasi darurat.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi Pencegahan Bahaya Kebakaran, meliputi penyebab umum kebakaran di lingkungan kerja, langkah-langkah pencegahan, penggunaan instalasi listrik yang aman, penanganan awal apabila terjadi kebakaran, serta pentingnya pemeliharaan sarana proteksi kebakaran secara berkala.

Tidak hanya mendapatkan teori, para peserta juga mengikuti berbagai sesi praktik yang dirancang untuk meningkatkan keterampilan secara langsung. Pada sesi Praktik Evakuasi Dasar, peserta dilatih memahami prosedur penyelamatan diri dan membantu proses evakuasi korban secara aman. Selanjutnya, instruktur memberikan pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) dan Resusitasi Jantung Paru (RJP) sebagai bekal pertolongan pertama bagi korban henti napas maupun henti jantung sebelum mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Antusiasme peserta semakin terlihat ketika memasuki sesi simulasi penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dan Alat Pemadam Api Tradisional (APAT). Dengan pendampingan langsung dari personel Pemadam Kebakaran Kabupaten Jombang, peserta mempraktikkan teknik memadamkan api secara benar, mulai dari cara memegang APAR, mengarahkan semprotan ke titik api, hingga prosedur keselamatan selama proses pemadaman berlangsung. Simulasi ini memberikan pengalaman nyata sehingga peserta lebih percaya diri apabila suatu saat harus menghadapi kebakaran di lingkungan kerja.

Pada sesi diskusi dan tanya jawab, peserta aktif menyampaikan berbagai pertanyaan mengenai penanganan kebakaran, prosedur evakuasi, hingga langkah-langkah penyelamatan korban pada kondisi darurat. Seluruh pertanyaan dijawab secara interaktif oleh narasumber sehingga peserta memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai pentingnya kesiapsiagaan bencana di lingkungan perusahaan.

Sebelum kegiatan ditutup, tim BPBD Kabupaten Jombang melaksanakan evaluasi untuk mengukur pemahaman peserta terhadap materi yang telah diberikan. Hasil evaluasi menunjukkan tingginya antusiasme dan peningkatan pemahaman peserta mengenai manajemen risiko bencana, pencegahan kebakaran, pertolongan pertama, serta penggunaan peralatan pemadam kebakaran.

Melalui kegiatan ini, BPBD Kabupaten Jombang berharap setiap perusahaan dapat membangun budaya keselamatan kerja yang lebih kuat, meningkatkan kemampuan sumber daya manusia dalam menghadapi situasi darurat, serta memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha dalam mewujudkan lingkungan kerja yang aman, tangguh, dan siap menghadapi berbagai potensi bencana.

Dengan semangat #KitajagaALAMjagakita, #tetepsemangatanposambat, dan #PantangPulangSebelumPadam, BPBD Kabupaten Jombang akan terus menghadirkan edukasi, pelatihan, dan pendampingan kepada berbagai elemen masyarakat sebagai langkah nyata membangun Kabupaten Jombang yang semakin siap, tangguh, dan berbudaya sadar bencana.