Hujan deras yang disertai angin kencang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Jombang pada Rabu sore (4/2/2026) dan menyebabkan kerusakan rumah warga serta gangguan akses jalan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jombang bergerak cepat melakukan penanganan darurat, asesmen lapangan, hingga kaji kebutuhan bantuan bagi warga terdampak.

Kejadian angin kencang mulai dirasakan sekitar pukul 15.30 WIB dan semakin menguat menjelang pukul 16.00 WIB. Dampak terparah terjadi di Kecamatan Sumobito, tepatnya di Dusun Mojodadi, Desa Plemahan serta Dusun Kedungpapar, Desa Kedungpapar. Hembusan angin kencang menyebabkan 17 rumah warga mengalami kerusakan ringan hingga sedang, mayoritas pada bagian atap. Selain itu, pohon tumbang sempat menutup badan jalan dan mengakibatkan kemacetan arus lalu lintas.

Dalam kejadian tersebut, satu warga atas nama Ibu Fitria sempat tertimpa material atap yang roboh. Beruntung korban tidak mengalami cedera serius, sempat mendapatkan penanganan di bidan desa, dan saat ini dalam kondisi aman.

Laporan kejadian diterima Pusdalops PB BPBD Jombang pada pukul 17.15 WIB dan langsung ditindaklanjuti dengan pemberangkatan dua tim beserta perlengkapan. Tim melakukan asesmen cepat, pemotongan pohon tumbang, serta pembersihan material yang mengganggu akses jalan. Penanganan darurat berlangsung hingga malam hari dan dilanjutkan keesokan paginya. Pada Kamis (5/2/2026), pembersihan lanjutan selesai dilakukan dan arus lalu lintas kembali normal.

Selain penanganan darurat, BPBD Jombang juga melaksanakan kaji cepat dampak bencana dan asesmen awal rehabilitasi serta rekonstruksi. Hasil kaji cepat menunjukkan sebagian rumah mengalami kerusakan atap dan satu keluarga sementara mengungsi ke rumah kerabat. Sejumlah kebutuhan darurat seperti bahan bangunan (galvalum, kayu blandar), perlengkapan keluarga, sandang, perlengkapan memasak, hingga paket kebutuhan dasar diusulkan untuk segera disalurkan kepada warga yang terdampak paling berat.

Pada waktu yang sama, kejadian angin kencang juga dilaporkan terjadi di wilayah Kecamatan Peterongan dan Mojoagung yang berdampak pada rumah warga dengan kategori kerusakan sedang, satu tempat usaha, serta kendaraan yang tertimpa pohon. Petugas Pusdalops bersama perangkat desa dan warga setempat turut melakukan asesmen lapangan di wilayah tersebut.

Penanganan ini melibatkan unsur BPBD Jombang, Dinas PUPR, kepolisian sektor setempat, perangkat desa, relawan, serta partisipasi aktif warga. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi kunci percepatan penanganan dampak bencana sekaligus memastikan keselamatan masyarakat.

BPBD Jombang mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu, terutama saat hujan deras disertai angin kencang. Masyarakat diharapkan segera melaporkan kejadian darurat agar dapat ditangani dengan cepat dan tepat.