BPBD Kabupaten Jombang melalui Unit Pusdalops PB bersama Tim Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun budaya sadar bencana di kalangan pelajar melalui kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan Penanggulangan Bencana dan Kebakaran yang diselenggarakan di SMA Negeri 2 Jombang, Jumat (24/7/2026). Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 14.00 hingga 16.30 WIB ini diikuti oleh siswa-siswi beserta tenaga pendidik dengan penuh antusias sebagai bagian dari upaya meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi keadaan darurat.

Kegiatan diawali dengan sambutan dari pihak sekolah yang menyampaikan apresiasi kepada BPBD Kabupaten Jombang atas kesempatan yang diberikan kepada para peserta didik untuk memperoleh pembelajaran secara langsung dari para personel yang berpengalaman di bidang penanggulangan bencana dan penyelamatan. Edukasi semacam ini diharapkan mampu membentuk karakter pelajar yang tanggap, peduli, dan mampu mengambil tindakan yang tepat ketika menghadapi situasi darurat di lingkungan sekolah maupun di masyarakat.

Pada sesi pertama, peserta mendapatkan materi mengenai penanganan hewan berbahaya dan berbisa. Tim memberikan penjelasan mengenai berbagai jenis hewan yang berpotensi membahayakan, cara mengenali karakteristiknya, langkah-langkah pencegahan, serta tindakan yang harus dilakukan apabila menemukan ular atau hewan berbisa lainnya. Materi ini disampaikan secara interaktif disertai praktik sederhana sehingga peserta lebih mudah memahami prosedur keselamatan dan tidak melakukan tindakan yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

Selanjutnya, peserta memperoleh materi mengenai pencegahan dan penanggulangan kebakaran. Tim Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan menjelaskan penyebab umum terjadinya kebakaran, pentingnya budaya keselamatan, serta langkah awal yang harus dilakukan ketika terjadi kebakaran di lingkungan sekolah maupun rumah. Selain penyampaian teori, peserta juga diajak menyaksikan praktik penggunaan peralatan pemadam kebakaran sehingga memperoleh gambaran nyata mengenai prosedur penanganan kebakaran secara cepat, tepat, dan aman.

Suasana pelatihan berlangsung komunikatif dengan adanya sesi tanya jawab. Para siswa aktif mengajukan berbagai pertanyaan terkait penanganan keadaan darurat, keselamatan diri, hingga pengalaman petugas saat bertugas di lapangan. Interaksi tersebut menjadi sarana untuk memperluas wawasan peserta sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap pentingnya mitigasi bencana sejak usia sekolah.

Melalui kegiatan ini, BPBD Kabupaten Jombang berharap para pelajar tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki kesiapan mental dan keterampilan dasar dalam menghadapi berbagai potensi bencana maupun keadaan darurat. Edukasi yang diberikan menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman, tangguh, dan siap menghadapi risiko bencana melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan masyarakat.

BPBD Kabupaten Jombang akan terus memperluas kegiatan edukasi dan pelatihan serupa sebagai bentuk investasi jangka panjang dalam membangun masyarakat yang memiliki budaya sadar risiko bencana, sehingga mampu melindungi diri sendiri, keluarga, serta lingkungan sekitar ketika menghadapi situasi darurat.