Upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana terus dilakukan oleh BPBD Provinsi Jawa Timur bersama BPBD Kabupaten Jombang. Salah satu langkah strategis tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pembentukan Desa Tangguh Bencana (DESTANA) yang dilaksanakan di Kantor Desa Carangrejo, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, pada Rabu, 3 Juni 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam membangun kapasitas masyarakat agar mampu mengenali risiko bencana, menyusun langkah mitigasi, serta melakukan penanganan awal secara mandiri ketika terjadi situasi darurat. Program DESTANA tidak hanya berfokus pada peningkatan pengetahuan, tetapi juga mendorong keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman dan tangguh terhadap berbagai ancaman bencana.
Acara dihadiri oleh perwakilan BPBD Provinsi Jawa Timur, BPBD Kabupaten Jombang, perangkat desa, tokoh masyarakat, serta warga Desa Carangrejo yang antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Keterlibatan berbagai unsur masyarakat ini menunjukkan komitmen bersama untuk membangun budaya sadar bencana yang dimulai dari tingkat desa.
Kegiatan diawali dengan pembukaan yang disampaikan oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Provinsi Jawa Timur. Dalam sambutannya, disampaikan pentingnya peran masyarakat sebagai garda terdepan dalam upaya pengurangan risiko bencana. Desa yang memiliki kesiapsiagaan yang baik akan lebih cepat pulih ketika menghadapi situasi darurat dan mampu meminimalkan dampak yang ditimbulkan.
Selanjutnya, peserta mendapatkan materi dari Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Jombang mengenai konsep Desa Tangguh Bencana, potensi ancaman bencana di wilayah Kabupaten Jombang, serta langkah-langkah yang dapat dilakukan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan. Materi yang disampaikan juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah desa, relawan, dan masyarakat dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang efektif.
Memasuki sesi berikutnya, peserta mengikuti Focus Group Discussion (FGD) yang didampingi oleh fasilitator. Dalam diskusi tersebut, warga diajak untuk mengidentifikasi potensi ancaman bencana di wilayahnya, memetakan kerentanan yang ada, serta merumuskan langkah-langkah mitigasi yang dapat diterapkan secara bersama-sama. Proses ini menjadi bagian penting dalam penyusunan dokumen dan rencana aksi Desa Tangguh Bencana yang nantinya akan menjadi pedoman bagi masyarakat dalam menghadapi berbagai potensi risiko.
Suasana diskusi berlangsung aktif dan interaktif. Warga menyampaikan berbagai pengalaman serta kondisi lingkungan yang berpotensi menimbulkan bencana, sehingga menghasilkan berbagai masukan yang konstruktif untuk penguatan kapasitas desa. Melalui pendekatan partisipatif ini, masyarakat tidak hanya menjadi objek, tetapi juga menjadi pelaku utama dalam proses pengurangan risiko bencana.
Kegiatan hari pertama ditutup dengan sejumlah kesepakatan dan hasil diskusi yang akan dilanjutkan pada pertemuan berikutnya. Tahapan lanjutan direncanakan untuk memperdalam hasil pemetaan risiko, menyusun rencana kontinjensi, serta membentuk struktur kelembagaan yang mendukung keberlanjutan program DESTANA di Desa Carangrejo.
Melalui pembentukan Desa Tangguh Bencana ini, diharapkan Desa Carangrejo mampu menjadi contoh desa yang memiliki kesiapsiagaan tinggi, mampu beradaptasi terhadap ancaman bencana, serta memiliki sistem penanganan yang terencana dan terkoordinasi. BPBD Provinsi Jawa Timur dan BPBD Kabupaten Jombang berkomitmen untuk terus mendampingi masyarakat dalam mewujudkan desa yang tangguh, aman, dan berdaya menghadapi berbagai potensi bencana di masa mendatang.

-

-
