Upaya meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan bencana terus dilakukan oleh Tim Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Jombang. Salah satunya melalui kegiatan edukasi dan sosialisasi yang menyasar anak-anak usia dini dari gabungan RA (Raudhatul Athfal) Kecamatan Kesamben. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat (15/05/2026) pukul 09.30 – 11.30 WIB di kawasan Taman Tirta Wisata, Kabupaten Jombang.
Kegiatan berlangsung dengan suasana penuh semangat dan keceriaan. Diawali dengan sambutan dari perwakilan guru pendamping, acara kemudian dilanjutkan dengan sesi pengenalan profesi pemadam kebakaran. Anak-anak dikenalkan secara langsung mengenai tugas mulia para petugas damkar, mulai dari penanganan kebakaran hingga berbagai operasi penyelamatan lainnya.
Tidak hanya itu, tim juga memberikan edukasi mengenai peralatan pemadam kebakaran, fungsi-fungsinya, serta bagaimana cara penggunaannya secara sederhana. Materi disampaikan dengan pendekatan yang interaktif dan menyenangkan, sehingga mudah dipahami oleh anak-anak. Antusiasme peserta terlihat jelas saat mereka berinteraksi langsung, bertanya, hingga mencoba mengenali peralatan yang digunakan oleh petugas.
Selain menyasar anak-anak, kegiatan ini juga memberikan sosialisasi kepada para guru dan wali murid terkait pentingnya pencegahan bahaya kebakaran di lingkungan rumah maupun sekolah. Edukasi ini meliputi langkah-langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk meminimalisir risiko kebakaran, seperti penggunaan listrik yang aman, pengawasan saat memasak, hingga pentingnya kesiapan menghadapi kondisi darurat.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terbentuk budaya sadar bencana sejak usia dini, sehingga anak-anak tidak hanya mengenal profesi pemadam kebakaran, tetapi juga memahami pentingnya keselamatan dan kewaspadaan dalam kehidupan sehari-hari. Peran aktif guru dan orang tua juga menjadi faktor penting dalam menanamkan nilai-nilai tersebut secara berkelanjutan.
Tim Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Jombang berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya saat terjadi bencana, tetapi juga dalam upaya pencegahan melalui edukasi. Kegiatan seperti ini menjadi bagian penting dalam membangun generasi yang tangguh, peduli, dan siap menghadapi berbagai potensi risiko di masa depan.



