Respons cepat kembali ditunjukkan oleh Tim Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan BPBD Kabupaten Jombang dalam menangani kebakaran lahan yang berpotensi mengancam permukiman warga. Pada Kamis (16/7/2026), petugas berhasil mengendalikan kebakaran lahan tebu seluas kurang lebih 4.200 meter persegi di Dusun Nanggungan, Desa Watugaluh, Kecamatan Diwek, sehingga kobaran api tidak sempat merembet ke rumah-rumah warga yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Peristiwa tersebut bermula sekitar pukul 15.18 WIB, ketika seorang warga melakukan pembakaran sampah. Akibat kondisi api yang tidak terkontrol, kobaran dengan cepat menjalar ke lahan tebu yang berada di dekat lokasi pembakaran. Vegetasi kering yang mudah terbakar serta hembusan angin menyebabkan api semakin membesar dan menyebar ke berbagai titik dalam waktu singkat.

Melihat kondisi tersebut, masyarakat sekitar segera berupaya melakukan pemadaman menggunakan peralatan seadanya. Namun besarnya kobaran api membuat upaya tersebut belum membuahkan hasil. Menyadari potensi bahaya yang semakin meningkat, terutama karena lokasi kebakaran berada tidak jauh dari kawasan permukiman, warga segera melaporkan kejadian tersebut kepada Pos Pemadam Kebakaran Jombang pada pukul 15.21 WIB.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Pos Damkar Jombang langsung meneruskan informasi kepada pimpinan dan bergerak cepat mengerahkan satu unit Fire Pumper Truck beserta satu unit Supply Truck lengkap dengan personel dan perlengkapan pemadaman. Tim diberangkatkan pada pukul 15.23 WIB dan tiba di lokasi sekitar pukul 15.32 WIB untuk segera melakukan operasi pemadaman.

Sesampainya di lokasi, petugas langsung menyusun strategi penanganan dengan memprioritaskan penghentian laju api agar tidak menjalar ke kawasan permukiman. Proses pemadaman dilakukan secara intensif melalui penyemprotan air ke titik-titik api utama, disusul dengan pembasahan menyeluruh pada area yang telah terbakar guna menghilangkan bara api yang masih tersisa. Langkah ini sangat penting untuk mencegah munculnya titik api baru yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

Proses penanganan berlangsung selama beberapa jam mengingat luasnya area yang terbakar serta kondisi lahan tebu yang cukup mudah memicu penyebaran api. Berkat koordinasi yang baik antara petugas pemadam, aparat keamanan, pemerintah desa, serta masyarakat sekitar, kebakaran akhirnya berhasil dikendalikan sepenuhnya. Pada pukul 18.30 WIB, operasi pemadaman dinyatakan selesai dan seluruh personel kembali ke markas setelah memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi menyala kembali.

Dalam proses penanganan kejadian ini, BPBD Kabupaten Jombang berkolaborasi dengan berbagai unsur terkait, di antaranya Pos Damkar Jombang, Polsek Diwek, Babinsa, perangkat desa, serta warga setempat. Sinergi tersebut menjadi faktor penting dalam mempercepat proses penanganan sekaligus mengurangi risiko kerusakan yang lebih luas.

BPBD Kabupaten Jombang kembali mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran sampah maupun pembukaan lahan dengan cara dibakar, terutama pada musim kemarau ketika vegetasi dalam kondisi kering dan sangat mudah terbakar. Aktivitas yang tampak sederhana dapat berubah menjadi kebakaran besar apabila tidak diawasi dengan baik. Masyarakat juga diharapkan segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan potensi kebakaran agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin dan risiko terhadap keselamatan jiwa maupun harta benda dapat diminimalkan. Dengan meningkatnya kesadaran dan kepedulian bersama, diharapkan kejadian serupa dapat dicegah sehingga lingkungan tetap aman dan masyarakat terhindar dari ancaman bencana kebakaran.