Dalam rangka memperkuat upaya pencegahan kebakaran pada fasilitas pelayanan kesehatan, BPBD Kabupaten Jombang melalui Tim Inspektur Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan melaksanakan Inspeksi Sarana dan Sistem Proteksi Kebakaran di Puskesmas Jogoloyo dan Puskesmas Jarak Kulon pada Senin, 20 Juli 2026, mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen BPBD Kabupaten Jombang untuk memastikan seluruh fasilitas pelayanan publik, khususnya sektor kesehatan, memiliki sistem proteksi kebakaran yang memenuhi standar keselamatan serta selalu berada dalam kondisi siap digunakan apabila terjadi keadaan darurat. Sebagai tempat yang setiap hari melayani masyarakat dan menjadi lokasi penanganan pasien, puskesmas memiliki tingkat risiko yang perlu diantisipasi melalui langkah-langkah mitigasi yang terencana.
Selama pelaksanaan inspeksi, Tim Inspektur melakukan pendataan secara menyeluruh terhadap sarana dan sistem proteksi kebakaran yang tersedia di masing-masing puskesmas. Pemeriksaan mencakup berbagai fasilitas keselamatan, seperti keberadaan dan kondisi Alat Pemadam Api Ringan (APAR), jalur evakuasi, rambu keselamatan, titik kumpul, hingga sarana pendukung lainnya yang berfungsi untuk menunjang proses evakuasi apabila terjadi insiden kebakaran.
Selain melakukan inventarisasi, tim juga melaksanakan pengujian fungsi setiap perangkat proteksi kebakaran guna memastikan seluruh peralatan masih layak pakai dan dapat dioperasikan secara optimal dalam kondisi darurat. Pemeriksaan dilakukan secara detail, mulai dari kondisi fisik peralatan, masa berlaku APAR, posisi penempatan sesuai standar, kemudahan akses terhadap alat pemadam, hingga kelayakan jalur evakuasi agar dapat digunakan dengan cepat oleh tenaga kesehatan, pasien, maupun pengunjung.
Dalam kesempatan tersebut, petugas juga memberikan edukasi dan konsultasi kepada pihak pengelola puskesmas mengenai pentingnya pemeliharaan rutin terhadap seluruh sistem proteksi kebakaran. Tim menyampaikan berbagai rekomendasi teknis agar setiap fasilitas keselamatan selalu diperiksa secara berkala, sehingga mampu memberikan perlindungan maksimal apabila sewaktu-waktu terjadi kondisi darurat.
Tidak hanya berfokus pada aspek teknis peralatan, BPBD Kabupaten Jombang juga menekankan pentingnya membangun budaya keselamatan (safety culture) di lingkungan fasilitas kesehatan. Seluruh tenaga kesehatan diharapkan memahami prosedur tanggap darurat, mengetahui jalur evakuasi, serta mampu menggunakan peralatan pemadam kebakaran sebagai langkah awal sebelum bantuan lebih lanjut datang.
Kegiatan inspeksi ini menjadi bagian dari strategi mitigasi risiko yang dilakukan secara berkelanjutan untuk meningkatkan kesiapsiagaan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan fasilitas pelayanan publik di Kabupaten Jombang. Dengan sistem proteksi kebakaran yang terpelihara dengan baik, risiko kerugian akibat kebakaran dapat ditekan, sekaligus menjamin keberlangsungan pelayanan kepada masyarakat.
BPBD Kabupaten Jombang akan terus melaksanakan pembinaan, inspeksi, serta pendampingan terhadap berbagai fasilitas publik sebagai bentuk komitmen dalam menciptakan lingkungan yang aman, tangguh, dan siap menghadapi berbagai potensi keadaan darurat. Sinergi antara pemerintah daerah dan pengelola fasilitas pelayanan menjadi kunci penting dalam membangun sistem keselamatan yang berkelanjutan.
Melalui langkah preventif seperti inspeksi rutin ini, diharapkan seluruh fasilitas kesehatan di Kabupaten Jombang mampu memberikan pelayanan yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga aman bagi pasien, tenaga kesehatan, maupun masyarakat yang memanfaatkan layanan tersebut.
Dengan semangat #KitajagaALAMjagakita, #tetepsemangatanposambat, dan #PantangPulangSebelumPadam, BPBD Kabupaten Jombang terus mengedepankan upaya pencegahan, edukasi, dan penguatan sistem keselamatan sebagai bagian dari visi mewujudkan Kabupaten Jombang yang lebih aman, tangguh, dan siap menghadapi berbagai potensi bencana maupun kebakaran.


