Upaya meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan generasi muda terhadap bahaya kebakaran terus dilakukan oleh BPBD Kabupaten Jombang. Melalui Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan bersama Personil Pos Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Ngoro, kegiatan Edukasi dan Sosialisasi Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran dilaksanakan di MAN 5 Jombang yang berlokasi di Dusun Godong, Desa Genukwatu, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, pada Senin, 8 Juni 2026.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 WIB hingga 12.00 WIB ini diikuti oleh siswa-siswi, guru, serta tenaga pendidik MAN 5 Jombang dengan penuh antusias. Program edukasi ini merupakan bagian dari upaya BPBD Kabupaten Jombang dalam membangun budaya sadar bencana di lingkungan pendidikan, sekaligus memberikan pemahaman kepada generasi muda tentang pentingnya pencegahan dan penanganan dini terhadap risiko kebakaran.
Sebelum kegiatan dimulai, tim pelaksana melakukan koordinasi dengan pihak sekolah guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan baik. Sinergi antara pihak sekolah dan petugas menjadi kunci penting dalam menciptakan suasana pembelajaran yang efektif serta memberikan pengalaman edukatif yang bermanfaat bagi para peserta.
Acara kemudian dibuka dengan sambutan dari perwakilan Pos Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Ngoro yang menyampaikan pentingnya pengetahuan mengenai kebakaran sebagai salah satu bekal keselamatan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam kesempatan tersebut, peserta diajak untuk memahami bahwa kebakaran dapat terjadi kapan saja dan di mana saja apabila tidak disertai dengan kewaspadaan serta perilaku yang aman dalam penggunaan sumber api maupun instalasi listrik.
Materi sosialisasi disampaikan langsung oleh Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Jombang, M. Syamsul B., bersama personel Pos Damkar Ngoro. Para peserta mendapatkan penjelasan mengenai penyebab umum terjadinya kebakaran, langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan di rumah maupun di lingkungan sekolah, serta tindakan yang harus dilakukan saat menghadapi situasi darurat kebakaran.
Tidak hanya menerima materi secara teori, para siswa juga mengikuti sesi simulasi yang menjadi bagian paling menarik dalam kegiatan tersebut. Dalam simulasi ini, peserta diperkenalkan pada prosedur evakuasi yang benar, cara melindungi diri saat terjadi kebakaran, serta langkah-langkah awal yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko korban dan kerugian. Simulasi ini dirancang agar peserta dapat memahami secara langsung bagaimana bertindak dengan cepat, tepat, dan aman ketika menghadapi keadaan darurat.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Banyak siswa aktif mengajukan pertanyaan seputar profesi pemadam kebakaran, teknik penyelamatan, hingga pengalaman petugas saat menangani berbagai kejadian kebakaran di lapangan. Interaksi tersebut menunjukkan tingginya minat para pelajar terhadap pengetahuan kebencanaan dan keselamatan lingkungan.
Melalui kegiatan ini, BPBD Kabupaten Jombang berharap para siswa tidak hanya memperoleh wawasan baru, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing dengan menerapkan perilaku yang lebih peduli terhadap keselamatan. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat disebarluaskan kepada keluarga, teman, dan masyarakat sekitar sehingga tercipta budaya pencegahan yang kuat di tengah masyarakat.
BPBD Kabupaten Jombang berkomitmen untuk terus melaksanakan kegiatan edukasi dan sosialisasi kebencanaan kepada berbagai lapisan masyarakat sebagai bagian dari upaya mewujudkan masyarakat yang tangguh, siap siaga, dan mampu menghadapi berbagai potensi bencana. Dengan edukasi yang berkelanjutan, diharapkan risiko kebakaran dapat diminimalkan dan keselamatan masyarakat dapat semakin terjamin.

