BANJIR

JOMBANG – Banjir di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, beberapa waktu lalu melanda beberapa daerah yang telah menjadi langganan banjir setiap tahun. Hujan lebat dan tinggi debit air kiriman dari hulu sungai mengakibatkan air meluap ke pemukiman warga, dengan ketinggian bervariasi mulai dari 30 -150 cm, dan berlangsung kurang lebih selama 3 jam karena cuaca.

Totalnya, ada 4 kecamatan terdampak banjir, yaitu Mojoagung, Sumobito, Mojowarno, dan Bareng. Akibatnya, sekitar 25 desa lebih terendam banjir, dan sebanyak ± 8.335 jiwa terkena dampak banjir. Sebagian warga yang kebanjiran ini kesulitan mendapatkan air bersih karena sumber air bersih mereka telah tercemar. Selain itu, kegiatan sehari-hari warga juga terganggu. Sehingga, beberapa warga terpaksa harus mengungsi.

BPBD Kabupaten Jombang bertindak cepat setelah memantau curah hujan yang berlangsung cukup lama dari Aplikasi Simonrain. Salah satu tindakan tanggap yang dilakukan adalah menurunkan Perahu Fibber untuk evakuasi, menyediakan shelter dan logistik bagi pengungsi, dan mengirim suplai air bersih di tempat pengungsian, dan desa-desa terdampak banjir ± selama 2 hari.

Menurut perkiraan BMKG, puncak banjir diprediksi terjadi pada Januari – Februari mendatang, dengan terus melakukan pemantauan intensitas curah hujan dari Aplikasi Simonrain yang telah tersedia di BPBD Kabupaten Jombang.

Di musim penghujan ini, selain Banjir, ancaman bencana alam yang juga harus diwaspadai adalah bencana longsor, tanggul jebol akibat banjir luapan, dan angin kencang. Oleh sebab itu, BPBD Kabupaten Jombang terus menghimbau masyarakat untuk tetap waspada dan berhati-hati, serta segera melapor jika mengetahui ada kejadian bencana alam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *