Siklus Manajemen Bencana

Menurut Warfield, ada tiga tujuan utama dalam manajemen bencana; Pertama, mengurangi dan mencegah kerugian akibat bencana. Kedua, menjamin terlaksananya bantuan yang memadai atas korban bencana dengan cepat. Ketiga, mencapai pemulihan secara efektif dan cepat. Dalam mewujudkan tujuan manajemen bencana, Pusdalops BPBD Kab. Jombang membuat sebuah website khusus untuk memberikan informasi kebencanaan terhadap masyarakat di wilayah Kabupaten Jombang. Dengan adanya website BPBD Kabupaten Jombang, masyarakat Jombang akan lebih mudah melaporkan kejadian bencana, selain itu, masyarakat akan mendapakan edukasi tentang kebencanaan melalui artikel-artikel yang telah tersedia. Sehingga, kerugian akibat bencana dapat berkurang dan dicegah karena masyarakat telah mendapat gambaran tentang apa dan bagaimana reaksi yang harus dilakukan terhadap bencana yang mungkin terjadi.

Secara garis besar terdapat empat fase manajemen bencana, yaitu:
1. Fase Mitigasi: upaya memperkecil dampak negative bencana. Contoh: zonasi dan pengaturan bangunan (building codes), analisis kerentanan; pembelajaran publik.
2. Fase Preparadness: merencanakan bagaimana menaggapi bencana. Contoh: merencanakan kesiagaan; latihan keadaan darurat, system peringatan.
3. Fase respon: upaya memperkecil kerusakan yang disebabkan oleh bencana. Contoh: pencarian dan pertolongan; tindakan darurat.
4. Fase Recovery: mengembalikan masyarakat ke kondisi normal. Contoh: perumahan sementara, bantuan keuangan; perawatan kesehatan.

Berkaitan dengan penentuan tindakan di dalam setiap fase itu, kita perlu memahami karakteristik dari setiap bencana yang mungkin terjadi. Oleh sebab itu, keempat fase manajemen bencana tersebut tidak harus selalu ada, atau tidak secara terpisah, atau tidak harus dilaksanakan dengan urutan seperti tersebut di atas.

http://hadwinsaleh.blogspot.co.id/2013/01/bencana-dan-manajemen-kebencanaan.html

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *